Anak Hiperaktif – Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Posted on

ArenaWanita.com | Anak Hiperaktif – Pada dasarnya, anak-anak berperilaku (hiperaktif) itu wajar. Setiap pengalaman sensorik yang mereka peroleh dalam perkembangannya akan mereka respon dengan berbagai cara agar kepuasan dirinya itu terpenuhi. Pengalaman sensorik, berupa penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan rasa, merupakan hal yang luar biasa untuk anak. Sebab, semua itu merupakan hal baru bagi mereka.

Setiap rangsangan yang datang ke indera anak merupakan sumber pemuasan akan rasa ingin tahu mereka. Dorongan rasa ingin tahu itu berenergi cukup besar jika dibandingkan dengan keinginan ‘mencoba’. Hal ini berbeda dengan yang terjadi pada orang dewasa.

Anak Hiperaktif

Orang dewasa biasanya lebih cenderung kepada keinginan untuk mencoba secara rasional daripada memuaskan rasa ingin tahu. Dugaan yang sudah disusun dibenak orang dewasa itu sendiri akan mengelola dorongan yang sedianya lebih besar, yaitu rasa ingin tahu. Karena itulah, anak menjadi lebih aktiv jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Faktor Penyebab Anak Hiperaktif

Pada umumnya, kasus hiperaktif disebabkan oleh dua hal, yaitu:

  1. Anak sedang mengalami Attention Deficit Disorder (ADD) atau Disfungsi Minimal Otak (DMO). Hal ini bisa terjadi karena adanya kelainan organis atau gangguan syaraf. Akibatnya, dalam kondisi apapun, anak tidak mampu mengontrol tingkah lakuknya. Anak akan selalu bergerak, perhatiannya sangat mudah teralihkan, dan tingkah lakunya susah diatur.
  2. Karena gangguan psikologis atau emosi negatif yang terpendam. Dalam hal ini, perilaku hiperaktif hadir dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian dari lingkungan, terutama orang tua.

Dampak Perilaku Hiperaktif bagi Kesehatan Fisik Anak

penyebab anak hiperaktif

Sebenarnya, anak hiperaktif tergolong kuat, baik secara fisik maupun kemampuan berfikirnya. Meskipun demikian, perilaku hiperaktif pada anak juga rentan menimbulkan beberapa gangguan pada kesehatan fisiknya, di antaranya:

  • Anak sering sakit-sakitan.
  • Anak sering mengalami gangguan saluran cerna.
  • Anak rentan megalami gangguan alergi.

Namun, pengaruh-pengaruh negatif tersebut tidak serta-merta bisa dijadikan alasan untuk menghentikan atau menekan sisi hiperaktif anak. Menurut Ayah Edy, mengatasi anak yang hiperaktif sama saja dengan melumpuhkan kemampuan anak yang luar biasa itu. Oleh karena itu, tindakan yang bisa diambil bukanlah untuk menghentikan perilaku tersebut, tetapi menyalurkannya ke hal-hal yang positif.

Mengatasi Perilaku Anak Hiperaktif

mengatasi anak hiperaktif

Sebenarnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengelola perilaku anak yang terlampau aktif. Tentu saja, cara-cara ini sangat bersifat kasuisti. Namun secara umum, beriku adalah cara-cara yang efektif untuk mengelola perilaku hiperakif tersebut.:

  1. Memberikan Ruang Khusus Bermain

Anak hiperaktif, berlarian ke sana-kemari, dan sering membuat barang-barang di rumah berantakan biasanya terjadi karena tidak adanya ruang bermain khusus baginya. Untuk itu, anda harus menyediakan ruangan khusus untuk tempat bermain anak. Selain itu, orang tua juga harus peka dan pandai mencari serta memfasilitasi tempat bermain anak.

  1. Memberikan Pemahaman mengenai Tata Cara Bermain

Perilaku hiperaktif bisa saja muncul karena anak tidak memahami tata cara bermain dengan baik. Akibatnya, mereka akan bermain seenaknya. Cobalah untuk memberikan pemahaman, misalnya dengan mengajarkan untuk bermain pada tempat yang sudah disediakan atau tempat khusus bermain anak. Ajarkan pula anak untuk bertanggung jawab, misalanya setelah selesai bermain, anak harus membereskan sendiri mainannya. Selain itu, tentukan kapan dan dalam kodisi apa anak boleh bermain. Misalnya, anak tidak boleh bermain jika saat itu adalah waktu untuk beristirahat.

  1. Bersikap Bijak

Bersikap bijak dalam menghadapi anak hiperaktif bukan berarti harus melarang atau membiarkan anak melakukan segala hal yang disukainya. Sebaliknya, secara perlahan-lahan, berikan pemahaman kepada anak bahwa apa yang mereka lakukan itu berbahaya atau tidak baik. Dengan cara ini, anak diharapkan dapat menyalurkan perilaku hiperaktifnya pada hal-hal yang lebih positif. Selain itu, anak juga akan menghentikan kebiasaan buruknya terseebut tanpa adanyapaksaan dari orangtua.     

Kata Kunci Halaman Ini:

penyebab anak hiperaktif dan cara mengatasinya