Anak Suka Membenturkan Kepalanya – Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Posted on

ArenaWanita.com | Anak Suka Membenturkan Kepalanya – Anak yang sudah memasuki usia 1 tahun biasanya sudah mulai belajar berjalan, meskipun masih tertatih-tatih. Selain itu, pada usia ini, anak juga sudah bisa merasakan kecewa, meminta perhatian, marah, senang, dan lain-lain.


Namun terkadang, anak masih merasa kesulitan untuk mengungkapkan perasaan tersebut karena keterbatasan kemampuan bicara dan motorinya. Akibatnya, bila anak merasa kecewa atau butuh perhatian, ia cenderung untuk menyakiti dirinya sendiri sebagai pembelaan diri, salah satunya adalah dengan cara membenturkan kepalanya ke tembok atau lantai.

Sebenarnya, banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengantisipasi dan mengatasi perilaku anak yang suka membenturkan kepalanya. Meskipun demikian, sampai saat ini tidak diketahui secara pasti mengapa selalu kepala yang dibenturkan anak dan bukan anggota tubuh lainnya.

Faktor Penyebab Anak Suka Membenturkan Kepala

Penyebab Anak Suka Membenturkan Kepalanya

Di bawah ini adalah beberapa faktor pemicu anak yang suka membenturkan kepalanya, di antaranya:

  • Jika anak membenturkan kepalanya karena perasaan marah atau frustasi, maka ada kemungkinan ia melakukannya untuk melampiaskan sebuah emosi yang kuat. Anak-anak yang memasuki usia 1-3 tahun biasanya kesulitan untuk menunda keinginannya. akibatnya, ketika sikecil menginginkan sesuatu, mereka berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan keinginannya saat itu juga. Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa tindakan membenturkan kepala merupakan salah satu benuk rasa frustasi atau luapan emosi karena keinginannya tidak terpenuhi.
  • Anak juga sering membenturkan kepalanya karena tidak adanya kegiatan. Meskipun mungkin terdengar aneh, tapi banyak anak yang menikmati kebiasannya ini. Biasanya, anak membenturkan kepalanya sambil berirama. Hal ini banyak dilakukan menjelang tidur sebagai cara untuk mengisi waktu saat mereka tidak bisa bergerak aktif atau mencoba tidur.
  • Tindakan membenturkan kepala juga bisa dilakukan anak ketika ia sedang merasa sakit. Rasa sakit bisa saja muncul karena giginya mau tumbuh. Bagi anak, tindakan tersebut akan membuatnya merasa lebih baik. Selain itu, tindakan ini juga dilakukan untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa tidak nyaman yang dialaminya itu.
  • Karena kemampuan verbalnya yang masih sangat terbatas, anak beranggapan bahwa membentur-benturkan kepala adalah cara yang efektif untuk menarik perhatian orang-orang disekitarnya. Dalam hal ini, anak berpikir bahwa Anda akan merasa cemas jika ia melakukan sesuatu yang dapat melukai dan membahayakan dirinya sendiri. Dengan demikian Anda pasti akan lebih memperhatikannya.
  • Terkadang, kebiasaan si kecil membenturkan kepala juga bisa menjadi gejala awal akan adanya gangguan autisme, ADHD, tuli, atau kebutaan. Untuk memastikannya, orang tua perlu memeriksakan anak ke dokter ahli.

Dampak Kebiasaan Membenturkan Kepala bagi Kesehatan Fisik Anak

Dampak Anak Suka Membenturkan Kepalanya

Berikut ini adalah beberapa dampak buruk dari kebiasaan anak yang yang sering membenturkan kepalanya, di antaranya:

  • Menyebabkan cedera kepala
  • Mengganggu persarafan di susunan saraf pusat atau otak.
  • Gangguan pada penglihatan
  • Kelumpuhan pada wajah atau anggotan gerak
  • Sering sakit kepala atau muntah yang menetap dan semakin bertambah

Cara Mengatasi Anak yang Suka Membenturkan Kepala

Cara Mengatasi Anak Suka Membenturkan Kepalanya

  1. Mengetahui Penyebabnya

Sebaiknya, Anda harus mencari terlebih dahulu penyebab anak suka membentur-benturkan kepalanya. Coba Anda cermati kesehariannya. Apakah ia melakukan kebiasaanya hanya didepan Anda atau dimana saja? Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah untuk melakukan tindakan pencegahan.

  1. Bantu Anak Melepas Ketegangan

Jika si kecil melakukannya sebagai media pelepas ketegangan, maka Anda harus membantunya untuk melepaskan ketegangan tersebut. Misalnya, ajari anak untuk bernafas secara perlahan dan teratur atau membantunya untuk menyalurkan emosi dengan cara lain, seperti menyanyi, menari, menggambar, dan sebagainya.

  1. Memberikan Kegiatan Positif

Menjelang waktu tidur, sebaiknya Anda bisa memberikan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, misalnya membacakan dongeng dan memberikan buku cerita anak. Hal ini akan membantu anak untuk menghilangkan kebiasaan membenturkan kepalanya.

  1. Melatih Kemampuan Verbal Anak

latihlah kemampuan verbal si kecil dengan sering mengajaknya ngobrol, membacakan cerita, bernyanyi bersama, dan lin sebagainya. Dengan demikian, si kecil akan lebih mudah untuk mengungkapkan apa yang diinginkannya, tanpa perlu mencari perhatian dengan cara membentur-benturkan kepalanya.

  1. Mengalihkan Perhatian Anak

Jika anak membenturkan kepalanya karena permintaannya tidak Anda turuti, Anda harus bisa mengalihkan perhatiannya. Misalnya, Anda bisa mengajaknya untuk memainkan permainan yang disukainya. Dengan cara ini, anak akan lebih mudah untuk melupakan permintaannya tersebut.

  1. Konsultasikan dengan Ahli

Kebiasaan ini sering kali dikaitkan dengan autisme atau gangguan perkembangan lain, jika diikuti dengan gejala lain. Jika memang demikian, sebaiknya Anda harus segera membawa anak ke psikiater atau dokter anak untuk mendapatkan penanganan secara komprehensif.


Kata Kunci Halaman Ini:

anak suka membenturkan kepala, gambar model rambut trap pendek untuk muka oval, makanan sehat untuk anak usia 11 bulan, tutorial berhijab segi empat simple dan trendy