Anak Suka Mengompol – Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Posted on

ArenaWanita.com | Anak Suka Mengompol – Pada anak-anak, mengompol adalah bagian dari pertumbuhannya. Artinya, anak-anak berlatih untuk mengontrol kandung kemihnya, otot-otot dan saraf-saraf kencingnya. Mengompol baru bisa dianggap sebagai masalah jika terjadi pada anak yang usianya sudah diatas 5 tahun. Karena pada umumnya, anak sudah berusia 5 tahun sudah bisa mengatur kapan dia mau buang air kecil.


Meskipun demikian, kita juga harus memahami bahwa kebiasaan anak mengompol sebenarnya bukanlah kesalahan anak itu sendiri. Untuk itu, Anda sebaiknya tidak langsung memarahi dan menghukum anak apabila mengompol. Anda tentu tidak ingin anak Anda merasa bersalah atas sesuatu yang tidak dapat ia kendalikan. Menyalahkan dan menghukum anak hanya memperburuk masalah. Untuk itu, carilah solusi terbaik untuk menanggulangi masalah tersebut.

Anak Suka Mengompol - Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Faktor Penyebab Anak Suka Mengompol

Sebelum mencari tahu cara untuk mengatasi anak yang masih suka mengompol, Anda sebaiknya mengetahui terlebih dahulu faktor-faktor penyebab anak masih suka mengompol. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Sebagai anak yang suka mengompol ternyata mengalami gangguan psikologis, seperti ketakutan, kekhawatiran, dan ketidaknyamanan, baik dirumah atau disekolah. Selain itu, anak juga merasa kurang bahagia karena kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, misalnya karena cemburu dengan adinkya yang baru lahir dan sebagainya.
  • Jika salah satu dari orang tua mengalami masalah mengompol saat kecil, maka 40% kemungkinan si kecil akan mengalami masalah yang sama. Bila Anda berdua sama-sama pernah mengalami masalah mengompol, maka 70 % kemungkinan si kecil pun akan mengalami masalah mengompol.
  • Pada beberapa anak, volume kemih yang diproduksi pada malam hari cukup banyak sehingga kandung kemihnya menjadi penuh. Sedangkan pada beberapa anak lainnya, volume air kemih yang diproduksi malam hari hanya setengah dari produksi pada siang hari sehingga kandung kemihnya tidak terlalu penuh.
  • Anak yang tidurnya sangat lelap juga lebih mudah mengompol dibanding anak yang mudah bangun. Ini merupakan salah satu ciri khas pada anak-anak yang mengalami ganggua mengompol.
  • Dari hasil riset yang dilaporkan oleh New Scientist disebutkan bahwa anak-anak yang menderita gangguan pernapasan akibat kelainan bentuk pada langit-langit rongga mulutnya akan mengalami masalah mengompol.
  • Gangguan pada hormon ADH (antidiuretic hormone) yang berfungis untuk memberitahu ginjal agar mengurangi jumlah urine yang diproduksi juga bisa menyebabkan anak mengompol. Beberapa orang menghasilkan hormon ADH yang tidak tepat dimalam hari sehingga produksi urine tetap tinggi. Atau, bisa juga produksi hormon ADH-nya cukup namunn tidak direspon oleh ginjal sehingga terus menghasilkan jumlah urine yang sama seperti pada siang hari.
  • Umumnya, kapasitas dari kandung kemih penderita nocturnal enuresis untuk menampung urine lebih kecil dibanding dengan orang yang tidak mengompol. Jika jumlahnya melebihi kapasitas dan tidak ditahan, maka otot-otot pada kandung kemih akan tegang dan kemudian menyebabkan buang air kecil berlebih.
  • Anak yang belum terbiasa pergi ke toilet sendiri karena biasanya selalu dibantu oleh Anda dan pengasuhnya juga rentan mengalami masalah yang sama.
  • Kemampuan mengontrol buang air kecil adalah salah satu perkembangan sistem saraf. Pada anak yang masih suka mengompol, kemungkinan ada gangguan perkembangan saraf tertentu sehingga saat anak terlelap, ada ketidakmampuan otak untuk menangkap sinyal yang dikirim oleh kandung kencing yang sudah penuh.

Dampak Kebiasaan Mengompol bagi Kesehatan Fisik dan Mental Anak

Berikut adalah beberapa dampak dari kebiasaan mengompol pada anak:

  • Anak-anak kadang merasa malu dan bersalah akibat mengompol
  • Anak cenderung selalu merasa cemas dan gelisah

Mengatasi Anak yang Suka Mengompol

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak yang suka mengompol. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pahami Kondisi Anak

Sebelum mencapai usia 5 tahun, kebanyakan anak akan mengompol dimalam hari karena kandung kemihnya masih terlalu kecil. Selain itu, kontrol otot pada anak belum dapat berfungsi secara baik. Ketika kandung kemih anak penuh, mungkin anak telah tidur terlalu nyenyak sehingga anak akan mengompol. Untuk itu, pahami kondisi ini dan jangan memarahi anak jika anak membuat basah tempat tidurnya ketika tidur.

  1. Cek Kesehatan Anak       

Terkadang mengompol bisa terjadi tanda dari masalah medis lain. Misalnya, kelainan struktual atau masalah sumsum tulang belakang. Dalam beberapa kasus, infeksi kandung kemih bisa menjadi faktor penyebab anak sering mengompol. Jika anak rutin mengompol, sebaiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter.

  1. Memberikan Contoh Aktivitas Bertoilet

Untuk mengatasi anak yang memiliki kebiasaan mengompol, sebaiknya latih dan berikan contoh kepada anak tentang aktivitas bertoilet, baik pipis, buang air besar, mandi, maupun cuci kaki dan tangan. Cara ini penting untuk dilakukan agar anak memahami bahwa semua aktivitas tersebut hanya bisa dilakukan dikamar mandi atau toilet.

  1. Minta Anak Memberi Tahu Jika Ingin Buang Air Kecil

Meskipun beberapa anak memiliki kemampuan bicara yang masih terbatas, tidak ada salahnya untuk meminta mereka memberitahu Anda ketika akan buang air kecil. Selain itu, orang tua juga harus memahami bahasa anak selain ucapan, misalnya ekspresi wajah, memegang perut atau alat kelamin, diam disudut ruangan, dan lainnya.

  1. Perhatikan Waktu Buang Air Kecil Anak

Orang tua harus hafal pola buang air kecil anak. Artinya, orang tua harus mengetahui kapan biasanya anak pipis. Dengan demikian, Anda dapat melakukan antisipasi dengan mengajaknya untuk buang air kecil beberapa menit sebelumnya. Selain bisa mencegah anak untuk mengompol sembarangan, cara ini juga membiasakan anak untuk buang air kecil di toilet atau kamar mandi.

  1. Batasi Minuman pada Malam Hari

Batasi jumlah cairan yang diminum anak pada malam hari, terutama 1-2 jam sebelum anak tidur. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi cairan yang ditampung dalam kandung kemih anak.

  1. Latih Secara Konsisien

Lakukan pelatihan secara konsisten dan terus-menerus sehingga anak bisa terus belajar untuk menghilangkan kebiasaanya itu. Jika tidak, latihan yang dilakukan akan sia-sia.