Anak Suka Mengupil – Faktor, Dampak dan Cara Mengatasinya

Posted on

ArenaWanita.com | Anak Suka Mengupil Pada dasarnya, anak tidak mungkin secara serta –merta memiliki kebiasaan buruk tanpa melihat atau mencontoh dari orang dewasa yang ada disekitarnya. Apalagi, anak usia pra-sekolah yang memang lagi senang-senangnya melakukan imitasi atau suka meniru-niru orang-orang disekitarnya, khususnya lingkungan keluarga. Bagi anak-anak kegiatan mengupil merupakan aktivitas yang nikmat dan nyaman.


Namun, jika terlalu keras mengorek hidung dapat menyebabkan pendarahan pada hidung. Lendir hidung adalah pelumas lengket yang melapisi bagian dalam hidung guna untuk menyaringi debu dan kotoran yang masuk. Anak yang mengupil secara berlebihan dapat merusak lapisan-lapisan dalam hidung sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuhnya. Bakteri dalam lendir akan berpindah ke tangan serta berpotensi membuat anak menjadi mudah sakit.

Faktor Penyebab Anak Suka Mengupil

Anak Suka Mengupil

Ada banyak faktor yang dapat memicu kebiasaan mengupil pada anak, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Rasa ingin tahu atau penasaran melihat Anda dan keluarga lainnya yang suka mengupil, hingga akhirnya anak menjadi ketagihan.
  • Anak sedang alergi, sekresi hidung akibat lendir yang berlebihan dalam hidung, atau hidung sedang tersumbat dan anak sulit bernafas.
  • Karena rasa gatal akibat udara yang kering, misalnya ketika berada diruang ber-AC atau panas yang berlebihan. Saat hidung mengalami iritasi maka akan timbul rasa gatal dan keinginan untuk menggaruk dengan cara mengupil.
  • Gangguan obsesif kompilsif. mengupil terkadang dilakukan anak untuk meringankan perasaan-perasaan negatif yang mengganggu pikirannya. Oleh karena itu, anak seringkali mengupil di depan umum tanpa memperhatikan kondisi disekitarnya.

Dampak kebiasaan Mengupil bagi Kesehatan Anak

Berikut adalah beberapa dampak negatif kebiasaan mengupil bagi kesehatan anak:

  • Anak mudah terkena flu akibat terkontaminasi oleh virus dari jari tangan yang masuk ke hidung.
  • Tenggorokan menjadi gatal, mudah bersin-bersin, sering mimisan, dan menyebabkan rambut hidung menjadi rontok.
  • Kuman dan bakteri mudah masuk ke hidung dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Mengatasi kebiasaan Mengupil pada Anak

Beberapa cara bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan mengupil pada anak, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Cari Tahu Penyebabnya

Dengan mengetahui penyebabnya, orang tua akan lebih mudah untuk mencari solusi atas masalah ini. Misalnya, jika penyebabnya adalah alergi, obati atau jauhkan anak dari benda-benda yang dapat membuatnya alergi.

  1. Memberikan Contoh yang Baik

Anak-anak terbiasa meniru kebiasaan orang-orang yang ada di sekitarnya. termasuk orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi contoh dan teladan yang baik bagi anak. Hindari mempertontonkan kebiasaan-kebiasaan buruk diepan. Terkait dengan masalah ini, orang tua harus membuang kebiasaannya mengupil, khususnya didepan anak.

  1. Mengalihkan Perhatiannya.

Terkadang, kebiasaan mengupil anak dilakukan tanpa sadar. Di sela-sela aktivitasnya, seperti ,menonto TV, anak seringkali mengupil tanpa sadar. Untuk itu, alihkan perhatian si kecil dari kebiasaannya tersebut dengan cara membuat tangannya sibuk. Misalnya, ajak ia menggambar atau bermain.

  1. Memberikan Pemahaman kepada Anak

Berikan pemahaman tentang pentingnya kebersihan dengan mencuci tangan setelah mengupil. Jelaskan bagaimana penyebaran kuman dapat membuatnya sakit dan menghambat kegiatan bermainnya.