Aneka Kue Tradisional Khas Aceh

Posted on

ArenaWanita.com – Provinsi Aceh merupakan provinsi paling Barat di Indonesia dan terkenal dengan sebutan kota Serambi Mekkah. Aceh ternyata juga menyimpan aneka kuliner tradisional yang unik dan jarang kita dengar. Ada apa saja? Berikut berbagai sajian aneka kue tradisional khas Aceh yang unik dan patut anda coba.

  • Kue Peunajoh

Yang pertama adalah Kue Peunajoh atau kue Bunga Kayu. Kue yang berbentuk bunga ini merupakan kue tradisional khas Aceh yang bercitarasa manis. Bahan utama untuk membuat kue Peunajoh ini adalah tepung beras ketan. Untuk membuatnya cukup sederhana, pertama-tama campur telur dangan tepung kanji, kemudian aduk hingga merata dan adonan sedikit mengembang.

Selanjutnya masukan bahan utama kue yaitu tepung beras ketan, kemudian uleni semua bahan hingga tercampur merata dan kalis. Setelah itu adonan dibentuk menyerupai bunga daun yang lurus dan melengkung. Agar dapat dibentuk daun, adonan sebelumnya dipilin secara memanjang.

Baru kemudian dibentuk menjadi kue berbentuk bunga yang cantik. Proses selanjutnya adalah memberi sedikit warna pada kue, dengan menggunakan pewarna makanan agar tampilannya lebih menarik.


Adonan yang sudah dibuat lalu di goreng menggunakan minyak yang tidak terlalu panas. Ini bertujuan agar kue dapat matang secara merata dan mengembang sempurna. Untuk menambah rasa manis, kue Peunajoh ini ditambahkan gula pasir dengan cara dimasak menggunanakn tambahan sedikit air. Setelah gula pasir mencair dan mengental, masukan kue peunajoh hingga gula pasir menutupi semua permukaan kue.

Kue Peunajoh

Selanjutnya kue dijemur dan diangin – anginkan sebentar saja agar gulanya lekas mengering. Selanjutnya kue siap dikemas dalam bungkusan kecil, tiap kemasan terdapat 2 buah Kue Peunajoh yang dijual dengan harga Rp 3000. Kue ini sudah tersebar diberbagai toko oleh-oleh sekitar Aceh Besar dan kota Banda Aceh.

  • Kue Bhoi

Kue khas berikutnya adalah Kue Bhoi. Kue ini merupakan kue tradisional yang bercitarasa manis dan mempunyai keunikan dalam pembuatannya. Untuk membuatnya juga menggunakan alat-alat yang sederhana dan tradisional. Pertama-tama telur dikocok hingga mengembang, kemudian masukan gula pasir dan tepung terigu secukupnya. Agar kue lebih wangi dan berwarna menarik, dapat ditambahkan perasan air pandan. Selanjutnya adonan siap dimasak dengan cetakan khusus.

Kue Bhoi

Agar tidak lengket cetakan dioleskan minyak sayur terlebih dahulu. Tahap memasak dan membakar kue bhoi ini sangat unik, yaitu dengan menggunakan periuk tanah sebagai tempatnya. Untuk bara apinya menggunakan sabut kelapa yang diletakan pada bagian bawah dan atas periuk tanah. Hal ini bertujuan agar kue bhoi dapat matang secara merata. Nah, kue bhoi siap dikemas dalam kantong yang berisi 10 buah. Untuk kue bhoi yang berukuran besar dijual dengan harga Rp 10.000 sedangan kue bhoi berukuran kecil dijual dengan harga Rp 8000. Bagi masyarakat Aceh, kue bhoi ini biasa dijadikan pelengkap dalam budaya minum kopi, dan akan sangat pas kalau kopi adalah kopi khas Aceh.

  • Kue Timpan

Kue Selanjutnya adalah Kue Timpan. Sajian kue teradisional yang berbalut daun pisang ini memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat aceh. Untuk membuatnya cukup mudah. Kue timpan berbahan dasar tepung ketan, namun saat ini kue timpan dapat diaplikasikan dengan tambahan aneka buah-buahan seperti labu kuning pisang hingga pepaya. Selain menambah citarasanya, buah-buahan ini juga sangat baik untuk tubuh karena mengandung banyak gizi dan mineral didalamnya.

Selanjutnya buah yang dipilih sebagai tambahan adonan dimasak hingga hancur dan menjadi lembek. Tambahkan juga gula pasir agar lebih manis. Berikutnya masukan tepung ketan, kemudian aduk dengan menggunakan tangan hingga adonan tercampur merata dan kalis.

Untuk melengkapi kue khas Aceh ini, maka kue timpan akan diberi isian manis yang disebut srikaya. Srikaya yang dimaksud ini bukanlah buah srikaya yang sering kita jumpai, tapi adonan yang terbuat dri campuran gula, telur, santan dan jinten halus yang dimasak hingga berubah tekstur menjadi mengental dan berubah warna menjadi coklat. Berikutnya adonan yang sudah jadi kemudian dibungkus dengan daun pisang, yang sebelumnya sudah diolesi minyak sayur terlebih dahulu.

Kue Timpan

Kemudian isi terlebih dahulu kue timpan ini dengan adonan srikaya yang sudah dibuat tadi. Barulah kukus kue timpan ini hingga matang. Kue bertekstur kenyal dan manis ini biasa disajikan masyarakat Aceh dalam upacara adat ataupun peringatan hari besar masyarakat Aceh.

  • Kue Bada Reuteuk

Kue selanjutnya adalah Kue Bada Reuteuk. Kue tradisional Aceh yang satu ini memiliki citarasa manis dan gurih. Dalam masyarakat Aceh nama kue bada reuteuk berasal dari pembuatannya, bada yang berarti halua atau gula merah dan reuteuk yang berarti kacang hijau. Seperti namanya bada reuteuk adalah kue yang terbuat dari campuran gula merah cair dan tepung kacang hijau. Untuk membuat kue bada reuteuk ini pertama-tama gula merah dicairkan terlebih dahulu.

Selain membuat kue menjadi berasa lebih manis, gula merah cair ini cukup berfungsi sebagai perekat adonan, sehingga lebih mudah untuyk menyatu dan gampang dibentuk. Selanjutnya campurkan gula merah cair bersama tepung kacang hijau. Untuk tambahan rasa dapat ditambahkan garam secukupnya, kemudian aduk dan uleni dengan menggunakan tangan hingga adonan menjadi kalis.

Proses selanjutnya adalah mempipihkan adonan yang sudah kalis. Kemudian potong adonan menjadi bentuk jajaran genjang. Sebelum digoreng dibuat dahulu adonan luar sebagai pembungkus kue bada reuteuk yang terbuat dari campuran telur, tepung terigu dan sedikit kapur sirih. Kapur sirih ini bertujuan agar reuteuk menjadi renyah dan garing. Agar tampilan lebih cantik dapat juga ditambahkan pewarna makanan sesuai selera.

Kue Bada Reuteuk

Proses selanjutnya adalah tahap penggorengan, tidak butuh waktu lama untuk menggoreng kue bada reuteuk yang tipis ini. Cukup goreng selama sekitar 2 menit saja dan kue bada reuteuk sudah sipa dinikmati. Dalam kemasan ukuran satu mika kecil, kue bada reuteuk dijual dengan harga Rp 12.000 saja. Selain garing dan renyah, kue tradisional ini juga memiliki citarasa manis dan gurih yang unik yang berasal dari campuran manis gula merah dan gurihnya kacang hijau.

  • Kue Meuseukat

Kue yang terakhir adalah Kue Meuseukat. Panganan tradisional khas Aceh yang satu ini memiliki tekstur lembut dan rasanya yang manis. Rasa manis ini didapat dari buah nanas yang digunakan dalam pembuatannya. Untuk membuat kue meuseukat ini pertama-tama kita siapkan perasan sari air jeruk dan buah nanas yang sudah diparut, hingga teksturnya menjadi halus dan lembek.

Tahap selanjutnya adalah memasak gula pasir hingga menjadi cair dengan menggunakan tambahan sedikit air putih. Kemudian dicampurkan bersama tepung terigu, lalu diuleni hingga tercampur merata. Kemudian adonan dimasak menggunakan wajan yang cukup besar. Setelah tepung sedikit mengental, tambahkan juga kuning telur secukupnya.

Kue Meuseukat

Selanjutnya masukan juga parutan nanas dan perasan air jeruk kedalam wajan, sebagai penambah rasa agar lebih gurih dapat juga ditambahkan margarin secukupnya. Setelah adonan kue meuseukat ini matang tempatkan kedalam loyang besar. Tahap selanjutnya adalah pembuatan hiasan, butuh keahlian dan ketelatenan untuk membuat beragam hiasan dalam kue meuseukat ini.

Baca juga:

Beragam hiasan seperti bunga dan kerucut akan semakin mempercantik tampilan kue meuseukat ini. Meuseukat memiliki filosofi tersendiri yang kemudian menempatkannya kedalam kasta tertinggi kue tradisional khas Aceh. Kue ini memiliki makna sebagai kue penghormat dan penyambutan untuk tamu. Penyajian kue ini biasanya dihadirkan pada saat-saat tertentu, seperti dalam upacara pernikahan dan hari raya besar seperti idul fitri.


Kata Kunci Halaman Ini:

resep bada reuteuk, cara buat bada reteuk, aneka kue, aneka kue aceh yg terbuat dari tepung beras, www resep kue bunga kayu khas aceh, apa itu kue bada reuteuk aceh, cara hias kue khas aceh, cara membuat kue bada reteuk, cara membuat kue meuseukat aceh, cara mengatasi cetakan kue bhoi yang lengket