Gak Ada Salahnya Nyobain Aneka Kuliner Khas Kuningan Jawa Barat

Posted on

ArenaWanita.com – Kuningan, kabupaten yang dijuluki sebagai tanah Priangan Timur dulunya di masa Hindia Belanda termasuk dalam karasidenan Cirebon. Mayoritas penduduknya beretnis Sunda, meski berbatasan langsung dengan kabupaten Brebes Jawa Tengah.

Berada di Kuningan tentunya akan mendapatkan kudapan tradisional Kuliner khas yang sudah melegenda yakni Peuyeum Ketan. Proses pembuatan peuyeum ketan ini masih dilakukan dengan cara tradisional.

Seperti warna hijau pada ketan berasal dari sari daun katuk, sementara pembungkus yang digunakan adalah daun jambu air yang memberikan aroma menyegarkan pada peuyeumnya. Nama Kuningan sendiri konon berasal dari nama logam kuningan yang pada zaman kerajaan Talagamanggung digunakan untuk menguji tingkat keilmuan Sunan Gunung Jati.

Karena tak mampu menandingi kedikdayaan sang sunan, sang raja pun menendang bokor yang terbuat dari kuningan tersebut. Sejak saat itu masyarakat menamai daerah ini dengan sebutan Kuningan.

Peuyeum Ketan Kuningan

Peninggalan kerajaan ini masih bisa ditemui di museum Talaga Manggung Kuningan. Sebuah legenda dari kerajaan ini juga menceritakan seorang putri yang bernama Kijing Ayu dikutuk menjadi kerang yang disebut kijing. Hingga kini nama desa tersebut dinamai desa Cikijing, karena terdapat banyak kijing atau kerang air tawar. Kijing Bumbu Kuning. Kijing atau Remis adalah sejenis kerang yang hidup disungai atau danau yang memilki 2 cangkang untuk melindungi tubuhnya.

Kijing termasuk dalam pilumoluska yang tubuhnya tidak memiliki tulang. Untuk mendapatkan dagingnya kijing harus direbus sampai cangkangnya terlepas. Disini bumbu yang dominan adalah kunyitnya karena memberikan waran kuning dan beberapa bumbu lainnya seperti cabe, bawang merah, garam dan lain-lain. Semua bumbu dihaluskan dengan cara tradisional. Didesa Randobawa ini masyarakatnya menggunakan ulekan untuk mengolah bumbu. Menurut mereka tekstur bumbu yang dihasilakn akan lebih lezat ketimbang menggunakan blender.

Proses refroduksi kijing sangat cepat diperairan tropis seperti di Indonesia, sehingga kijing sangat mudah dijumpai dan harganya pun sangat murah dipasaran. Kerang air tawar ini kaya akan nutirsi terutama protein dan asam amino, hanya saja untuk memasaknya membutuhkan keterampilan khusus agar bau lumpurnya tidak tercium. Rahasia membuat masakan ini tidak berbau adalah dengan merebus kijing dalam waktu yang cukup lama, hal ini juga bertujuan agar daging kijing tidak alot ketika digigit. Ukuran kerang air tawar memang lebih besar jika dibandingkan dengan kerang laut seperti kerang hijau atau kerang dara.

Kijing Bumbu Kuning

Kijing biasanya dimasak dengan cara dibumbu kuning atau di tumisan dengan melepaskan cangkang dari dagingnya. Namun kijing juga bisa dimasak dengan cara yang berbeda, karena disajikan dengan cangkangnya. Kerang bakar biasanya banyak dijumpai di restoran-restoran Jepang dan Eropa yang menyajikan kerang laut sebagai menu andalannya. Namun ArenaWanita.com yakin kerang air tawar pun bisa dimasak dengan cara yang sama dan bumbu-bumbu tradisional.

Sebagai seorang chef yang kesehariannya selalu bergaul dengan menu masakan, kali ini akan menyajikan masakan tradisional berbahan dasar kerang namun dengan tampilan yang berbeda. Selama ini kijing hanya dianggap masakan merakyat yang murahan sehingga masyarakat kalangan menengah keatas merasa enggan untuk mengkonsumsinya. Padahal selain mengandung protein hewan yang bermanfaat untuk tubuh, kijing pun bisa dimasak dengan berbagai olahan rasa dan tampilan lebih elegan.

Ada satu menu masakan yang melegenda lagi di Kuningan namanya Ikan Bogo Kluek. Ikan bogo ditemui diarea persawahan atau di sungai-sungai kecil. Masakan ini seolah terpinggirkan karena kurang dikenal dan ukuran ikannya pun kecil, kalah populer dengan ikan lele atau ikan gabus. Nah, bagi yang punya permasalahan dengan kulit, bisa pake ikan bogo nih untuk mengobatinya. Sajian aneka masakan ini sungguh istimewa, melihat menu-menu menarik ini seakan mengajak untuk melompat ke masa lalu. Kalau masakan leluhur ini masih jadi primadona. Kijing Bumbu Kuning, Kluek Ikan Bogo dua masakan ini sangat sulit dijumpai sekarang, bahkan hampir tak ada warung makan atau restoran yang menyediakan kuliner kijing bumbu kuning dan kluek ikan bogo ini.

Ikan Bogo Kluwek

Kembali menguak kuliner masa lalu khas Kuningan, kali ini ada Bubur Sura Bebetian. Sebuah masakan tradisional Kuningan yang biasanya bisa dicicipi di hari-hari tertentu. Nah bubur sura bebetian ini biasanya dimasak secara gotong royong. Banyaknya bahan-bahan masakan yang akan digunakan membuat masakan ini harus dimasak oleh banyak orang. Ada belasan jenis kacang-kacangan yang digunakan dalam pembuatan bubur ini. Bubur sura bebetian adalah bubur yang dibuat dari belasan jenis kacang-kacangan dan sekitar 25 jenis umbi-umbian. Masyarakat Kuningan menyebut umbi-umbian ini dengan bebetian, makanya bubur ini dinamakan bubur sura bebetian.

Bubur Sura Bebetian

Beberapa jenis umbi ini rasanya tidak familiar dijadikan bahan masakan seperti umbi bunga raflesia atau bunga bangkai dimana masyarakat Kuningan menyebutnya sueg. Lalu ada juga umbi hui, umbili, ganyong, umbi sagu, talas, singkong dan ubi. Jahe, lengkuas dan kunyit yang dihaluskan inin kemudian dijadikan bumbu bubur. Sementara umbi-umbian lainnya dipotong kecil-kecil untuk direbus bersama kacang-kacangan. Cara membuatnya bubur sura semua umbi-umbian direbus ke panci begitu juga kacang-kacangan yang direbus secara terpisah.

Baca juga:

Bagi masyarakat kuningan ada makna khusus dari bubur sura bebetian ini, selain juga disajikan dihari-hari tertentu. Umat Muslim percaya jika hari Assura tanggal 10 muharam ini adalah hari dimana Allah SWT menciptakan langit dan bumi dan hari dimana taubat Nabi Adam dan Nabi Nuh diterima Allah SWT. Masyarakat Kuningan biasanya akan membawa bubur sura ke mushola untuk berbuka puasa dan dimakan bersama-sama.

Kata Kunci Halaman Ini:

cara memasak kijing, Aneka masakan kijing, bumbu masak kerang di kuningan, krrang remes di jawa timurbanya dijumpai di mana, restoran kijing

Baca Juga: