Apa Itu Baby Blues Syndrome dan Bagaimana Gejala serta Penanganannya?

Posted on

ArenaWanita.com – Bagi setiap wanita yang sudah menikah, momen melahirkan adalah suatu peristiwa yang sangat berharga dan tak terlupakan karena itu adalah pembuktian bahwa ia sudah menjadi wanita yang sempurna. Namun tidak semua wanita merasakan kebahagiaan seutuhnya setelah melahirkan.

Beberapa di antaranya ada yang justru merasa sedih. Hal tersebut dikenal dengan istilah baby blues syndrome. Apa itu baby blues syndrome? Berikut ini akan dibahas tentang gejala dan solusi untuk menanganinya.

Sebelum membahas gejala dan solusi dari sindrom pasca melahirkan pada wanita ini, pertama-tama akan dijelaskan tentang definisi apa itu baby blues syndrome? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa sindrom ini dialami oleh sebagian wanita pasca mereka menjalani proses melahirkan. Menurut penelitian, sekitar 50% sampai 80% wanita setelah melahirkan mengalami baby blues syndrome. Sindrom ini mengakibatkan seorang ibu yang baru melahirkan menjadi sensitif sehingga mudah marah.

Pada dasarnya, sindrom ini merupakan fase yang normal karena setelah melahirkan terjadi banyak perubahan baik pada fisik maupun psikologi pada wanita yang menyebabkan ia mengalami perubahan dari segi emosional. Baby blues syndrome biasanya terjadi pada wanita setelah mereka melahirkan selama 14 hari.

Namun, fase terberat yang harus mereka jalani biasanya terjadi pada hari ketiga atau keempat. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang sindrom ini, berikut akan dibahas tentang gejala dan solusi tepat untuk menanganinya.

Apa Itu Baby Blues Syndrome? Perhatikan Gejalanya

Apa Itu Baby Blues Syndrome dan Bagaimana Gejala serta Penanganannya

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa baby blues syndrome menimpa hampir 50% sampai 80% wanita pasca melahirkan. Angka ini terbilang cukup besar dan walaupun hal ini terbilang wajar sebagai fase adaptasi seorang wanita menjadi ibu, namun perlu diperhatikan gejala apa saja yang mengindikasikan sindrom ini. Dengan mengetahui apa itu baby blues syndrome dan bagaimana gelajanya, diharapkan setiap wanita bisa lebih mempersiapkan diri sehingga meminimalisir sindrom ini.

  1. Menjadi sangat sensitif

Setelah mengetahui apa itu baby blues syndrome, kenali gejala pertamanya. Gejala awal sindrom ini adalah seorang wanita menjadi sangat sensitif. Hal ini bisa diindikasikan dengan perubahan emosional yang cukup signifikan. Mulai dari sifat yang mudah marah hingga hal yang cukup memprihatinkan seperti ia sering menangis tanpa mengetahui penyebab pastinya. Ada yang menyebutkan bahwa gejala ini terjadi sebagai bagian dari proses adaptasi setelah melahirkan. Perubahan hormon disebut sebagai salah satu penyebab utamanya. Namun penyebab lain seperti perubahan fisik juga disebut sebagai salah satu pemicunya.

Sindrom ini dianggap sebagai hal yang wajar jika hanya berlangsung selama 14 hari pasca melahirkan. Namun, jika melebihi jangka waktu tersebut anda harus waspada karena kemungkinan gejala baby blues syndrome berubah menjadi postpartum depression. Postpartum depression sendiri adalah suatu permasalahan emosional yang lebih berat dan memiliki kemungkinan untuk menyebabkan dampak yang lebih fatal.

  1. Mudah lelah

Hal selanjutnya yang mengindikasikan seorang wanita terkena gejala baby blues adalah perasaan mudah lelah. Bagi wanita yang baru saja melahirkan sangat mungkin ia merasakan lelah. Namun pada sindrom ini, perasaan lelah yang dialaminya terasa lebih berat. Secara medis disebutkan bahwa pada dasarnya wajar seorang wanita pasca melahirkan mudah lelah karena ia harus fokus pada beberapa hal sekaligus. Di antaranya fokus pada proses penyembuhan pasca melahirkan dan juga fokus untuk mengurus anaknya. Rasa sakit pasca melahirkan tidak hilang dalam satu atau dua jam. Oleh karena itu, wajar ketika seorang wanita yang masih mengalami rasa sakit dan harus tetap mengurus anak menjadi mudah merasa lelah. Tapi ingat, tetap pahami apa itu baby blues syndrome jauh-jauh hari sebelum anda melahirkan untuk menekan risiko kemunculannya.

  1. Khawatir berlebih

Gejala terakhir dari sindrom ini adalah perasaan khawatir yang berlebihan. Lalu, apa saja perasaan yang mengindikasikan seorang wanita mengalami baby blues syndome? Biasanya, ia merasakan kekhawatiran yang luar biasa terkait dengan masa depan anaknya. Kekhawatiran tersebut tentang apakah ia dapat merawat anaknya dengan baik? Bagaimana jika ia tidak bisa menjadi ibu yang sempurna? Apakah ia bisa memenuhi semua kebutuhan anaknya hingga dewasa nanti? Hingga pada kekhawatiran jika ia harus meninggalkan anaknya. Di sinilah pentingnya seorang wanita memahami apa itu baby blues syndrome.

Berbagai kekhawatiran tersebut muncul karena pemikiran negatif dan juga rasa kurang percaya diri. Hal ini juga terjadi karena seorang wanita belum mempersiapkan dirinya secara matang untuk menghadapi proses kelahiran anaknya. Persiapan yang dibutuhkan tidak terbatas pada materi atau kesiapan finansial saja sebagai penunjang segala kebutuhan. Tapi hal lain yang harus jauh lebih dipersiapkan adalah kesiapan mental calon ibu dan juga komitmen suami untuk senantiasa memberikan dukungannya.

Setelah tahu apa itu baby blues syndrome dan  tiga gejala utamanya, pembahasan selanjutnya adalah tentang bagaimana solusi untuk mengidentifikasi dan menangani sindrom pasca melahirkan pada wanita tersebut.

Berikan dukungan

Tunjukkanlah dukungan terutama bagi para suami yang harus selalu siaga dan keluarga yang harus kompak. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya jika sindrom ini membuat wanita mudah marah. Oleh karena itu, suami harus siaga untuk selalu siap menjadi tempat sang istri berbagi cerita dan kegelisahannya. Begitu pula keluarga harus kompak untuk memberikan dukungan dan pengertian tanpa sedikitpun menunjukan sikap protes. Ini artinya, informasi mengenai apa itu baby blues syndrome dan cara mengatasinya juga harus dipahami oleh para suami.

Perbanyak istirahat

Gunakanlah waktu beristirahat dengan semaksimal mungkin. Seperti penjelasan sebelumnya yang menyebutkan bahwa wanita dengan gejala baby blues syndrome akan mudah merasa lelah. Oleh karena itu, jika ada waktu untuk beristirahat, gunakanlah dengan maksimal. Ibu bisa beristirahat jika anaknya sedang tidur atau jika anak sedang dijaga oleh ayah atau keluarga lain. Untuk meminimalisir dampak buruk dari baby blues syndrome ibu yang baru melahirkan butuh me time, yaitu waktu untuk beristirahat dan memanjakan dirinya agar semua beban yang dirasakan bisa menjadi lebih ringan.

Selalu positif thinking

Solusi terakhir untuk menangani baby blues syndrome adalah dengan berfikir positif dan percaya bahwa semua akan baik-baik saja. Pikiran positif dapat mendatangkan sugesti yang baik dan hal itu tentunya akan memberikan pengaruh pada suasana batin yang lebih bahagia. Perasaan khawatir tentang apakah anda bisa menjadi ibu yang sempurna atau tidak, dan juga kekhawatiran tentang bagaimana masa depan anak akan hilang dengan sendirinya jika anda memiliki kepercayaan bahwa semua akan baik-baik saja. Anda harus ingat bahwa anda tidak sendiri, ada suami dan keluarga yang selalu siap membantu dan mendukung anda. Selain itu, sejak awal kehamilan hingga menjelang proses kelahiran anda harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dengan memahami apa itu baby blues syndrome agar anda tidak kaget dengan berbagai perubahan pasca melahirkan.

Baca juga:

Demikianlah pembahasan tentang apa itu baby blues syndrome terkait dengan gejala dan solusi untuk menanganinya. Semoga artikel ini memberikan informasi yang bermanfaat dan ingatlah bahwa anak adalah anugerah yang sepantasnya disambut dengan perasaan bahagia. Oleh karena itu, persiapkan diri anda untuk menjadi wanita yang sempurna dan ibu yang bahagia saat menyambut kelahiran anak anda.

Kata Kunci Halaman Ini:

apa itu baby blues, apa itu baby bluss

Baca Juga: