Awet Muda Dengan Berpikir Positif

Posted on

ArenaWanita.com | Awet Muda Dengan Berpikir Positif – Bagi para olahragawan-olahragawati ada sebuah sem­boyan yang sangat memotivasi: men sana in corpora sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Dengan adagium itu seolah-olah hanya olah raga (fisik) saja yang dapat membuat badan dan jiwa yang sehat, dan menafikan peran olah pikir dan olah jiwa (non fisik).


Benarkah demi­kian? Rupanya di zaman ini harus semakin disebarkan kesadaran bahwa ‘masih banyak jalan menuju kesehatan’, termasuk di dalamnya sumbangan pikiran. Bahkan bukan hanya dunia psikologi yang memberi pembenaran hal ini, dunia medis pun memberikan pembuktian.

Pada bab pertama telah dikutipkan buku yang amat populer berjudul “Law of Attraction”, Michael J. Losier (2006, Cetakan VI-November 2007) menyatakan bahwa segala sesuatu yang dipikirkan dengan segenap perhatian, energi, dan konsentrasi pikiran, baik hal yang positif maupun negatif, akan datang ke dalam kehidupan.

Jadi, kalau kita ingin sehat dan awet muda berarti kita harus senantiasa berpikir (dengan segenap perhatian dan energi) dan berperilaku sehat dan (awet) muda, seperti: banyak senyum dan cukup tertawa, tetap percaya diri, banyak aktivitas, tidak hanya berdiam diri dengan pikiran kosong, dan sejenisnya.

Bahwa berpikir positif dapat meningkatkan kesehatan fisik dan jiwa serta membuat awet muda juga dikemukakan oleh seorang profesor psikologi dari Universitas Winconsin, J. Davidson. Ia mengatakan bahwa berpikir positif bisa membuat umur panjang, mengurangi risiko penyakit jantung, menekan angka depresi, menahan flu, coping skill lebih baik (ketika mendapati cobaan akan cepat mengatasi), sehat secara psikologis, dan meningkatkan produktivitas.

awet-muda-dengan-berpikir-positif

Kiranya telah banyak ilmuwan yang melakukan riset tentang manfaat berpikir positif dan optimisme bagi kesehatan dan menyimpulkannya seperti berikut. Berpikir positif membuat hidup lebih bahagia. Mengawali hidup dengan berpikir positif itu penting. Dengan berpikir positif, maka urat-urat pikiran menjadi tidak tegang dan membantu kita berpikir jernih dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Ini bisa terjadi karena dengan berpikir positif berarti kita memancarkan energi positif dalam diri kita.

Dari segi medis, berpikir positif ternyata memiliki pengaruh yang kuat untk kekebalan penyakit. Sedangkan untuk orang – orang yang selalu saja berpikiran negatif sudah tentuk akan lebih untuk sakit. Hal ini terkait dengan adanya jenis zat yang pembentukannya dalam tubuh sangatlah berhubungan dengan pola pikir pada pemiliknya. Zat-zat itu secara umum disebut hormon. Adapun jenis hormon penting yang terkait dengan cara pandang yaitu beta-endorfin, enkefalin, adrenalin, dan noradrenalin.

Noradrenalin terbentuk ketika otak anda dalam keadaan stress atau cemas. Saat timbul rasa takut, akan membuat hormon adrenalin yang muncul. Hormon adalah sebuat zat untuk penyampai pesan pada tingkat sel, dimana mempunyai arti zat-zat tersebut yang bisa memberikan perintah kepada otak di setiap sel. Jika, misalnya, “marah” yang disampaikan, maka tubuh akan bereaksi melalui ketegangan dan aktivitas. Oleh karenanya, yang kita bicarakan di sini adalah zat yang di satu sisi penting untuk (mempertahankan) hidup, namun di sisi lain sangat beracun.

Bila seseorang terus-menerus naik darah dan didera stress hebat, dia dapat jatuh sakit karena keracunan noradrenalin, cepat tua dan meninggal dini. Sebaliknnya, apabila dia selalu menghadapi suatu dengan cara tersenyum serta selalu senantiasa berpokir positif, maka yang akan mengalir dalam dirinya yaitu hormon yang bisa memberikan keuntungan juga memberikan aktifasi untuk sel-sel otak, juga menjadikan tubuh semakin sehat. Jenis hormon yang seperti itu akan menjadikan diri kita semakin awet muda, juga dapat memerangi sel-sel kanker yang bisa menyerang kapan saja, serta mengobati suasana hati.

Namun bila kita memiliki keinginan untuk dapat hidup sehat juga bahagia, serta ingin mempunyai umur yang panjang tanpa terkena penyakit kanker ataupun obesitas, maka kita harus dapat menjalani hidup yang sedemikian rupa sehingga hanya jenis hormon tertentu yang baik mungkin akan diproduksi.

Adapun hormon yang membuat kita bahagia, Dr. Shigeo Haruyama-seorang dokter spesialis bedah saluran pencernaan-menyebut dengan istilah “morfin otak”, karena struktur kimiawi dan efek membiusnya mirip dengan morfin. Bedanya, pada morfin untuk pembiusan terkandung risiko ketergantungan dengan efek samping negatif, sedang pada hormon kebahagiaan kita tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.

Bisa dibilang semuanya terdapat kurang lebih ada 20 jenis hormon kebahagiaan. Walaupun cara kerja serta akibatnya dapat berbeda-beda, karena adanya efek farmakologis yang sama. Dari banyaknya beragam hormon kebahagiaan yang ada, maka beta-endorfin yaitu yang paling berkhasiat, kerjanya 5-6 kali jauh lebih kuat bila disejajarkan dengan obat bius. Kenyataannya, untuk apa otak kita menghasilkan zat kebahagiaan itu ? Tidak lain dan tidak bukan karena adanya keyakinan jika dengan hal itu, alam mempunyai keinginan untuk memaksa kita agar dapat “hidup berbahagia!”

Lain halnya dengan manusia yang mempunyai pikiran buruk yang kemudian dia wujudkan dalam tindakan. Sebagian orang mungkin berpikir, “Aku akan menyingkirkan si X untuk mendapatkan sebuah keuntungan.” Keuntungan tersebut bisa berupa uang banyak, mendapatkan status juga kepopuleran. Jika tujuan itu tercapai maka pasti akan membuatnya senang. Tetapi pasti kebahagiaan itu tidak senantiasa akan berlangsung lama.

Baca juga:

Bila seseorang tidak memikirkan kebaikan dunia atau sesamanya, maka orang  lain  mungkin  saja  tidak  menyukai  kesuksesan tersebut. Namun terkadang, pikiran orang itu sendiri yang mengantarnya pada kegagalan. Hal ini mungkin karena Tuhan lebih menyukai menjalani hidup sesuai aturan, dan yang melanggar akan dihukum. Itu semua menunjukkan bahwa mekanisme itu telah terprogram dalam gen manusia, sudah terekam dalam otak bersama kenangan masa lalu.


Kata Kunci Halaman Ini:

cantik berpikir positif