Bahaya Diet Ketat untuk Wanita

Posted on

ArenaWanita.com – Untuk mendapatkan tubuh ramping dan cantik, seringkali wanita menempuh berbagai cara diet tanpa berfikir dampak bahaya yang ditimbulkannya. Asal tubuh terlihat ideal, apapun dilakukan termasuk melakukan program diet ketat.


Penting diketahui bahwa diet super ketat dengan cara-cara yang ekstrem sangat berbahaya bagi wanita, salah satunya adalah berhentinya siklus menstruasi (amenorrhea) sebelum waktunya. Bahaya diet ketat resikonya tidak hanya sampai disitu, karena amenorrhea dapat memicu masalah kesehatan lainnya.

Terdapat banyak sekali tips-tips diet ketat, dari ramuan herbal hingga beragam pil diet dengan proses kimia yang sekarang beredar dimasyarakat. Semua umumnya menawarkan penurunan berat badan secara instan dalam hitungan hari. Celakanya, metode diet ketat itu justru mendatangkan masalah gangguan kesehatan termasuk menghambat siklus menstruasi.

Amenorrhea atau berhentinya siklus menstruasi dibagi menjadi 2 jenis yaitu amenorrhea primer dan amenorrhea sekunder. Pengertiannya, amenorrhea primer merupakan kasus dimana wanita tidak mendapatkan menstruasi pada usia 16 tahun. Sedangkan amenorrhea sekunder adalah kasus dimana seorang wanita mendapatkan siklus menstruasi secara normal namun berhenti selama 3 hingga 6 bulan bahkan bisa lebih. Selain akibat diet terlalu ketat, amenorrhea juga bisa disebabkan oleh stress, tumor kelenjar hipofisis atau penggunaan obat-obatan.

Mengapa diet ketat bisa menyebabkan amenorrhea?

Pada saat wanita mengubah pola makan dengan diet ketat secara ekstrim, tubuh akan kaget dan cenderung tidak mampu menerima metode baru, karena metabolisme tubuh akan mengalami perubahan sehingga berpengaruh pada sistem reproduksi. Dan ketika diet ketat membuat wanita mengalami amenorrhea, maka wanita tersebut akan mengalami berbagai gangguan kesehatan lain seperti berikut:

bahaya-diet-ketat-untuk-wanita

Dampak amenorrhea pada kesehatan reproduksi

Amenorrhea jika terjadi dalam jangka waktu pendek atau beberapa bulan, mungkin tidak terlalu beresiko buruk pada sistem reproduksi. Tapi apabila wanita menerapkan pola diet yang tergolong berat, maka lebih rentan mengalami amenorrhea jangka panjang sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit dan sistem reproduksi menjadi terganggu. Amenorrhea yang terjadi dalam waktu lebih dari enam bulan bisa dijadikan pertanda bahwa ovarium tidak mampu berfungsi dengan optimal. Lebih parah lagi, apabila seorang wanita tidak memiliki tingkat estrogen tinggi, akan beresiko mengalami menopause dini. Hal itu disebabkan karena indung telur tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Gejala menopause dini ditandai dengan keluarnya keringat dingin dimalam hari dan perasaan susah tidur.

Amenorrhea dapat menyebabkan tulang keropos

Hormon estrogen dalam tubuh memiliki tugas menyeimbangkan kalsium yang hilang dengan asupan kalsium yang masuk dalam tubuh. Ketika suplai estrogen dari ovarium terhambat, otomatis tubuh akan mengalami masalah ketika harus menyeimbangkan kadar kalsium. Hal ini yang menyebabkan terjadinya tulang keropos atau osteoporosis. Selain karena amenorrhea, osteoporosis juga terjadi karena beberapa faktor seperti kebiasaan merokok atau ketidakseimbangan elektrolit.

Baca juga:

Setelah membaca semua resiko akibat diet ketat diatas, apakah Anda masih ingin menjalankan program diet ketat tersebut? Atau Anda lebih memilih mendapatkan tubuh ideal dengan cara mengatur pola makan serta olahraga secara teratur? Pilihan ada di tangan Anda.


Kata Kunci Halaman Ini:

obat pelangsing menghambat menstruasi