Detoks dan Masalah-Masalah Kecantikan

Posted on

ArenaWanita.com – Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan tentang pengertian detoks dan beberapa hal penting terkait dengan program detoks. Nah, sebagai tindak lanjut dari penjelasan detoks tersebut, dan sebagai pengantar sebelum Anda mulai melakukan program detoks, maka terlebih dahulu akan kami jelaskan tentang masalah-masalah kecantikan pada manusia, khususnya wanita. Dengan demikian, bab ini akan menyajikan tentang program detoks dan masalah-masalah kecantikan yang sering dialami oleh wanita.

Ada tiga poin penting yang akan dijelaskan pada bab ini, terkait dengan kecantikan, yaitu unsur-unsur kecantikan, masalah-masalah yang timbul pada unsur-unsur kecantikan, dan solusi program detoks dalam mengatasi masalah kecantikan. Di sini, kami tidak akan berbicara tentang definisi kecantikan atau apa itu cantik? Sebab, kata cantik ini memiliki makna yang variatif sekaligus relatif. Artinya, antara satu orang deengan orang lain, antara satu wanita dengan wanita lain, atau antara satu laki-laki (sebagai penilai kecantikan) dengan laki-laki lain. tentu meiliki makna dan persepsi yang berbeda tentang kecantikan.

Misalnya, si A mengatakan bahwa kecantikan itu adalah berseri, bercahaya, putih, dan lain-lain. Namun, si B belum tentu sependapat dengan si A. Bisa jadi, si B mengatakan bahwa kecantikan itu adalah inner beauty, yakni aura yang terpancar dari dalam tubu seseorang.Oleh karena itu, apapun definisi dan persepsi kecantikan menurut Anda (para pembaca), itu tidaklah penting. Adapun yang pasti, kecantikan beberapa unsur, yang didalamnya juga ada masalah (gangguan atau penyakit) kecantikan. Nah, hal yang terakhir itulah yang akan diulas secara detail pada bab ini.

Jelasnya, simaklah uraian berikut tentang kecantikan dan masalah-masalah yang menimpanya.

Unsur-Unsur Kecantikan

Ada yang mengatakan bahwa kecantikan itu terletak diseluruh tubuh, khususnya tubuh wanita, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mungkin, Anda sepakat dengan pernyataan tersebut. Ya, diakui atau tidak, memang kecantikan itu terletak di seluruh tubuh. Setiap bagian tubuh,sekecil apapun dan meskipun letaknya tersembunyi (tidak terlihat oleh mata), tetap disitu ada kecantikan. Kecantikan merupakan pancaran cahaya yang berasal dari dalam tubuh seseorang. Maka dari itu, pantas jika dikatakan bahwa kecantikan itu terletak di seluruh tubuh.

Detoks dan Masalah-Masalah Kecantikan

Menurut Emma, seluruh bagian tubuh wanita merupakan unsur-unsur kecantikan. Unsur-unsur tersebut meliputi kulit, rambut, mata, bibir, gigi, kuku, tangan, dan kaki. Selain itu, ukuran bentuk tubuh (proporsi tubuh) juga menjadi hal penting dalam mengungkapkan kecantikan seorang wanita. Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk senantiasa memelihara dan merawatnya agar terhindar dari berbagai gangguan.

Berikut adalah penjelasan tenntang unsur-unsur kecantikan yang telah disebutkan sebelumnya:

Kulit

Mungkin, Anda sudah tahu, apa itu kulit? Sebab, kulit termasuk organ vital yang ada pada setiap makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Secara sederhana, dapat didefinisikan bahwa kulit merupakanorgan yang menutupi seluruh tubuh manusia yang terletak di bagian paling luar dan mempunyai permukaan paling luas. Karena itu, kulit disebut sebagai organ vital manusia yang paling berharga. Tanpa kulit, mungkin kita tidak akan pernah merasakan efek (rasa) bersentuhan dengan benda lain, termasuk dengan lawan jenis. Tanpa kulit, manusia tidak akan bisa hidup. Mengapa? Sebab, kulit berfungsi melindungi seluruh organ vital manusia yang berada di dalam tubuh. Coba Anda bayangkan, Anda terluka, lalu kulit yang terluka pada tubuh Anda mengelupas. Apa yang terjadi? Tentunya, Anda akan merasakan sakit (perih) yang luar  biasa. Parahnya lagi, luka tersebut jika terkontaminasi dengan benda asing seperti bakteri atau debu, maka akan menjadi luka yang sangat parah.

Kulit sebagai organ tubuh yang paling penting memiliki du fungsi urgen, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kulit sebagai filter dan pelindung tubuh. Ya, kulit mempunyai kemampuan mencegah masuknya bahan-bahan yang membahayakan tubuh, seperti bakteri dan bahan asing lainnya. Selain itu, kulit juga dapat melindungi tubuh dari benturan fisik, panas matahari, api, dan angin.
  2. Menjaga kelembaban jaringan tubuh. Dalam fungsi yang kedua ini, lapisan kulit bersifat pejal (padat dan kencang), terutama bagian lapisan tanduknya. Sehingga, air tidak mudah keluar dari dalam tubuh. Dengan demikian, kelembaban kulit selalu terjaga.

Selain dua fungsi medis (kesehatan) tersebut, fungsi penting dan utama kulit lainnya adalah sebagai organ vital yang dipandang pertama kali oleh manusia. Maksudnya, ketika Anda melihat seorang wanita atau laki-laki, maka bagian dari tubuh mereka yang Anda lihat pertama kali adalah kulit. Putih, hitam, sawo matang, halus, kasar, berjerawat, dan lain sebagainya. Ya, kulit merupakan organ yang menunjukan kesan pertama. Misalnya, si A mempunyai kulit putih dan halus, su B mempunyai kulit sawo matang dan kasar, dan lain sebagainya. Dengan demikian, kulit juga berfungsi sebagai penanda (karakter) fisik seseorang.

Pepatah mengatakan “Pandangan pertama begitu menggoda”. Memang betul pepatah itu. Jika pada pandangan pertama Anda melihat orang yang memiliki masalah kulit  (jerawat atau bisul), mungkin Anda akan jijik atau mencemoohnya dalam hati. Begitu juga dengan orang lain ketika melihat Anda. Mungkin, ia akan berkata dalam hati, “Wah, orang ini jerawatnya gede-gede,” atau “Wah, orang ini bisulan,” atau “Wah cantiknya (halusnya) kulitnya,” dan lain sebagainya.

Jadi, kondisi kulit selalu dipandang pertama kali dan dianggap sebagai salah satu unsur kecantikan yang paling utama dan penting. Dengan demikian, kulit senantiasa harus dirawat agar penampilannya tetap cantik dan sehat, serta senantiasa memancarkan kesegaran bagi orang yang memandangnya.

Tahukah anda, mengapa ketika kulit Anda terkelupas, Anda merasakan perih atau sakit? Hal itu karena kulit bagian luar, atau yang disebut epidermis, sudah tidak bisa melindungi tubuh Anda lagi. Perlu anda ketahui, kulit terdiri atas beberapa struktur atau lapisan penting. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Lapisan Epidermis

Lapisan epidermis terletak paling luar. Lapisan terluar ini tampak seperti jaringan hidup. Namun, lapisan tersebut sebetulnya merupakan tumpukan sel-sel kulit mati yang disebut horny. Dalam ilmu biologi, lapisan horny terdiri atas miliaran sel pipih yang mudah mengelupas, dan digantikan dengan sel baru setiap empat minggu atau sekitar 28 hari. Lapisan epidermis terdiri atas empat lapisan sel, yaitu lapisan tanduk (stratum corneum), lapisan butir (stratum granulosum), lapisan tajuk (stratum spinosum), dan lapisan tunas (stratum basale).

Lapisan tanduk tersusun atas 15-40 deretan sel-sel mati. Sel ini bersifat elastis dan mengandung protein yang disebut keratin. Lapisan butir tersusun atas 1-2 deretan sel mati, dan mengandung substansi keratobialin. Adapun lapisan taajuk terdiri atas 4-10 deretan sel-sel hidup yang mempunyai ruas-ruas menonjol dan salingbersentuhan antara satu sama lain. Sedangkan, lapisan tunas dibangun oleh sel-sel hidup yang memproduksi pigmen yang disebut pigmen melanin.

Salah satu keajaiban kulit adalah dapat melakukan regenerasi sel tersendiri. Sehingga, kulit yang mati akan berganti dengan kulit yang baru. Proses regenarasi kulit dimulai dari sel basal pada lapisan tunas. Sel-sel tersebut terus membelah diri dan membentuk anak-anak sel baru. Beberapa di antaranya tetap tinggal pada lapisan tunas, dan sel yang lain beregerak menuju permukaan kulit. Sehingga, akhirnya sel ini membentuk lapisan atas (lapisan tanduk). Waktu yang di butuhkan dalam mengubah lapisan tunas menjadi lapisan tanduk adalah sekitar 28 hari. Selain itu, sel tersebut mati, dan biasanya ditandai dengan kulit menjadi kusam, kering, kemudian mengelupas.

Lapisan Dermis

Lapisan dermis berada dibawah lapisan epidermis, tepatnya di adalam jaringan penunjang (kolagen) dan jaringan penghubung (elastin). Lapsian dermis tersusun atas pembuluh darah, ujung saraf, kelenjar minyak kulit, kelenjar keringat, oto penegak rambut , dan akar rambut. Selain itu, lapisan dermis juga mengandung serat yang elastis sehingga dapat membuat kulit yang dikerutkan menjadi kembali pada bentuknya semula. Serat elastis dalam dermis biasanya terbuat dari jaringan protein. Sehingga, apabila terjadi kekurangan protein maka kulit menjadi kurang elastis dan mudah mengendur, serta dapat menimbulkan kerutan.

Lapisan Hipodermis                     

lapisan hipodermis terdiri dari jaringan konektif, pembuluh darah, dan sel-sel penyimpan lemak. Fungsi dari lapisan ini adalah membantu melindungi tubuh dari benturan-benturan fisik dan mengatur panas tubuh. Jumlah lemak pada lapisan ini akan meningkat apabila makan terlalu berlebihan. Jika tubuh memerlukan energi ekstra atau tambahan, amak lapisan ini akan memberikan energi dengan cara memecah simpanan lemaknya secara otomatis.

Sementara itu, menurut Emma, berbagai masalah yang sering terjadi pada kulit disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang timbul dari dalam tubuh maupun dari luar. Adapun beberapa faktor penyebab masalah kulit adalah sebagai berikut:

  1. Keturunan (bawaan). Keadaan kulit seseorang tercermin pada kulit kedua orang tuanya. Misalnya, warna kulit ada yang hitam, putih, atau sawo matang. Demikian pula kulit halus, kasar, atau berminyak. Warna kulit apapun yang dipunyai seseorang, itu tidak menjadi masalah, yang penting kulit harus sehat, segar, dan tidak keriput.
  2. Kadar hormon estrogen (hormon pembentuk sel kelamin wanita) dan progesteron (hormon pembentuk sel kelamin pria) dalam tubuh, terutama wanita, sangat mempengaruhi keadaan kulit. Misalnya, timbulnya jerawat saat menstruasi disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon estrogen. Selain menimbulkan masalah kulit, hormon estrogen juga dapat membantu proses regenerasi kulit. Proses ini berlangsung secara terus menerus selama hormone esrogen masih diproduksi oleh tubuh. Apabila wanita sudah mengalami menopause, kadar estrogen yang diperoduksi akan mengalami penurunan. Sehingga, proses regenerasi kulit juga mengalami kemunduran. Dengan demikian, kulit mulai kehilangan kelembaban secara perlahan sehingga pada akhirnya menjadi kering, berkerut, dan mengendur.
  3. Adakalanya, seseorang memiliki jenis kulit yang sensitif dan alergi terhadap benda-benda atau zat tertentu, seperti perhiasan yang terbuat dari logam atau rantai jam tangan, wewangian, kosmetika, atau gana lainnya. Gejala alergi yang sering timbul adalah seperti kemerahan, terasa gatal, bahkan menjadi bengkak dan luka pada kulit yang mengalami kontak langsung dengan benda atau zat tersebut. Jika seseorang mempunyai resiko alergi, waspadalah dan hindarilah penyebabnya.
  4. Sinar matahari mengandung sinar ultra violet yang sangat tinggi sehingga menimbulkan efek kurang baik, terutama pada kulit. Oleh karena itu, perlu perlindungan ketika beraktivitas ditempat yang terkena sinar matahari secara langsung, misalnya menggunakan payung, topi, atau krim tabir surya. Sebaliknya, cuaca dingin dan kering juga dapat mengakibatkan kulit menjadi kering, bersisik, dan mengelupas. Hal ini disebabkan oleh udara dingin yang menarik air di sekitarnya, termasuk kandungan air pada kulit. Kulit yang kering tercermin pada bagian tubuh yang hanya sedikit mengandung kelenjar minyak, seperti dagu, punggung tangan, dan kaki bagian bawah. Selain cuaca dingin, udara panas juga dapat menyebabkan kulit muka menjadi berminyak. Peningkatan suhu lingkungan bisa menyebabkan suhu badan naik. Sehingga, kelenjnar minyak memperoduksi minyak dengan lebih minyak. Minyak yang berada di permukaan kulit dapat bercampur debu sehingga menyumbat pori-pori dan menimbulkan jerawat.
  5. Faktor psikologis juga sanggup mempengaruhi kecantikan kulit. baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebiasaan makan berlebihan sebagai salah satu dampak stres dapat menimbulkan jerawat. Akibat stres lainnya adalah sulit tidur (insomnia) atau berkurang kualitas tidurnya sehingga menyebabkan timbulnya lingkaran hitam pada kulit di bawah mata.

Sementara itu, secara umum, kulit manusia dibedakan menjadi dua, yakni kulit tubuh dan kulit wajah. Kedua jenis kulit ini memiliki ciri atau karakter dan tingkat perlakuan (perawatan) yang berbeda. Berikut penjelasan kedua jenis kulit tersebut:

Kulit Tubuh

Secara umum, kulit tubuh dapat dibedakan menjadi tiga, yakni sebagai berikut:

  • Kulit sensitif. Kulit jenis ini mudah sekali mengalami gangguan dan masalah yang disebabkan oleh perubahan suhu, kelembaban, maupun penggunaan kosmetik yang tidak sesuai dengan jenis kulit.
  • Kulit reaktif. Kulit jenis ini mengalami perubahan secara cepat dan tiba-tiba akibat adanya perubahan lingkungan. Reaksi ini akan kembali normal dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.Salah satu perubahan tersebut adalah kulit muka menjadi merah secara tiba-tiba karena pelebaran pembuluh darah kapiler di bawah kulit tanpa diketahui penyebabnya dengan jelas.
  • Kulit alergi. Jenis kulit ini berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Pada kasus-kasus tertentu, sistem kekebalan tubuuh tidak dapat berperan sehingga timbul alergi. Tanda-tanda alergi adalah kulit kemerahan, dan biasanya juga timbul gatal-gatal pada kulit.

Kulit Wajah

Kulit wajah merupakan bagian kulit yang paling sensitif dan banyak menimbulkan masalah dalam hal kecantikan. Kulit wajah pada masing-masing orang berbeda. Keadaan ini dipengaruhi oleh kadar air dalam lapisan kulit, produksi minyak dalam kulit, kondisi dan kecepatan pergantian sel-sel lapisan tanduk, serat faktor lingkungan. Namun, secara umum, kulit wajah ini dibedakan menjadi empat jenis, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Kulit normal. Pada kulit normal, wajah terlihat lebih lembut, cerah, sehat, kelembaban cukup, tidak kering, dan pori-pori masih tampak, tetapi tidak terlalu besar. Jenis kulit ini jarang mengalami masalah.
  • Kulit berminyak. Jenis kulit ini mempunyai tanda-tanda seperti produksi minyak berlebihan. Sehingga, terasa berminyak ketika diraba, terlihat mengkilap, dan pori-pori terlihat besar. Jenis kulit ini lebih sering mengalami masalah, seperti jerawat, dan terkesan kotor.
  • Kulit kering. Jenis kulit kering memproduksi sedikit minyak. Sehingga, kulit tersebut terasa kencang dan kering, bahkan bersisik halus. Jenis kulit ini cenderung cepat berkeriput dengan garis-garis yang jelas sehingga terkesan lebih tua dibanding usianya.
  • Kulit kombinasi. Seseorang yang mempunyai jenis kulit kombinasi perlu berhati-hati dalam melakukan perawatan pada kulit wajahnya. Biasanya, kulit wajahnya akan terlihat berminyak dan mudah timbul jerawat dibagian tertentu, seperti bagian dahi, hidung, dan dagu.

Demikianlah sekelumit penjelasan tentang organ kecantikan kulit pada manusia. Nah, untuk berbagai masalah kecantikan yang timbul pada kulit, akan dijelaskna pada subbab berikutnya.

Rambut

Bagi kaum wanita, rambut ibarat mahkota. Rambut yang sehat, lebat, dan berkilau dengan pemilihan gaya yang tepat akan meningkatkan nilai kecantikan seseorang. Oleh karena itu, banyak wanita yang suka menata rambutnya sedemikian rupa sehingga terkesan cantik.

Meskipun peran rambut tidak seurgen kulit, namun perawatannya sama pentingnya dengan perawatan kulit. Keindahan dan kesehatan rambut mencerminkan kesehatan seseorang. Jika rambut tampak kusam, tidak bercahaya, dan ujung-ujungnya bercabang, maka hal tersebut menandakan kesehatan rambutnya kurang baik. Perlu Anda ketahui, berbagai masalah pada rambut dapat disebabkan oleh pola makan yang kurang baik, ketidakseimbangan hormon, atau cara perawatan yang kuraang tepat.

Seperti halnya kulit, rambut juga memiliki beberapa fungsi, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai pelindung kulit dan tulang kepala dari benturan.
  2. Menyaring dan menjaga keringat agar tidak langsung bercucuran membasahi tubuh.
  3. Menjaga agar kulit kepala tidak langsung terkena paparan sinar matahari.
  4. Melindungi kepala dari cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Seperti halnya kulit, rambut juga terbagi tiga jenis, yaitu normal, berminyak, dan kering. Selain itu, rambut juga tumbuh seperti sel kulit. Kecepatan pertumbuhan rambut yang normal antara 0,2-0,3 mm per hari. Dalam hal ini, pertumbuhan rambut mengalami tiga tahap. Pertama, tahap pertumbuhan, dengan masa kira-kira 1.000 hari. Kedua, tahap istirahat, kira-kira beberapa bulan. Ketiga, tahap kerontokan yang membutuhkan waktu 100 hari.

Perlu diketahui pula, waktu hidup setiap rambut dikepala bisa mencapai 2,5 tahun. Kerontokan rambut sebanyak 40-100 helai per hari masih termasuk normal. Apabila kerontokan sudah lebih dari 100 helai per hari, perlu dilakukan perawatan yang lebih baik. Jika dilihat dari segi warna, rambut memiliki dua pigmen, yaitu pigmen melanin (hitam kecoklatan) dan pigmen merah. Jumlah dan ukuran granula pigmen tersebut serta ada atau tidaknya gelembung udara dalam korteks merupakan penentu warna rambut seseorang. Pada usia yang semakin senja, rambut akan memutih atau akan mulai timbul uban. Hal ini tejadi karena rambut kekurangan pigmen.

Bibir

Bibir adalah organ penting bagi kaum wanita setelah kulit dan rambut. Sebab, bentuk bibir sangat menentukan nilai-nilai artistik fisik seorang wanita. Meskipun demikian, tak jarang wanita malah mengabaikan kesehatan bibirnya. Sebaliknya, demi penampilan, para wanita rela berbuat apa saja agar bentuk bibir tampak seksi. Jika perlu, mereka tak segan-segan menjalani operasi bentuk bibir agar lebih penuh dan proporsional.

Pertanyaannya adalah mengapa kesehatan bibir itu perlu (penting) di jaga? Bayangkan saja kulit bibir sedang kering dan mengelupas. Apa pun yang bersentuhan dengan bibir akan menimbulkan rasa perih. Makan dan minum terasa menyiksa, begitu juga dengan aktivitas bicara, tertawa, atau menguap. Bahkan, tak jarang, kulit bibir pecah-pecah sehingga terjadi perdarahan.

Menurut catatan pdgi-onlinedotcom, jika terjadi masalah bibir pecah-pecah, biasanya, orang awam menyatakan kondisi seperti itu sebagai gejala panas dalam, meskipun istilah ini tak pernah ada dalam kamus medis. Ketika mendapati bibir pecah-pecah, maka orang berlomba-lomba mengkonsumsi berbagai “minuman pendingin” atau obat penurun panas dalam. Padahal, bibir pecah-pecah hanyalah salah satu indikasi adanya perlakukan yang tidak tepat terhadap bibir. Atau, bila bibir mengelupas secara bertahap, lalu berganti kulit baru, itu merupakan gejala alamiah biasa. Itulah sebabanya, bibir juga perlu perawatan.

Bibir memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai berikut:

  1. Sebagai saluran awal dalam menerima makanan. Organ tubuh ini kaya saraf perasa dan peka terhadap sentuhan.
  2. Beberapa dalam menunjang kecantikan wajah seserang. Bibir yang sehat akan terlihat indah, berwarna merah, segar, dan tetap terjaga kelembabannya.

Warna, bentuk, dan kecenderungan kondisi bibir setiap orang sangat bergantung pada faktor keturunan. Meskipun demikian, faktor keturuna tidak selalu berperan dalam hal keadaan atau sifat kulit bibir. Orang tua yang memiliki bibir berwarna kehitaman, tidak mesti menurunkannya kepada anaknya. Namun, bisa saja gejalanya muncul karena kebiasaan buruk. Cuaca juga memengaruhi kondisi permukaan bibir. Orang-orang yang tinggal di daerah bersuhu rendah, ia cenderung memiliki bibir kering. Sebenarnya, bukan dinginnya yang mengeringkan, melainkan karena rendahnya kelembaban. Akibatnya, kulit mengering dan mengelupas. Alhasil, warna bibir pun jadi suram dan kusam.

Selain faktor cuaca, permukaan bibir perempuan juga bergantung pada keseimbangan hormon estrogen. Kalau estrogen cukup, bibirnya ytampak halus dan sehat. Namun, estrogen yang berlebihan atau terlalu sedikit dapat mengundang bencana.  Misalnya, warna bibirnya cenderung hitam.

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, estrogen juga membantu proses perbaikan dan pegantian kulit (regenerasi) termasuk pada kulit bibir. Proses ini berlangsung rutin dan terus-menerus selama estrogen masih ada. Pada masa menopause, kadar estrogen menurun tajam dan proses regenerasi melemah hingga terhenti sama sekali. Tanpa regenerasi, kulit tidak bisa melindungi dan melembabkan diri sendiri, berangsur-angsur mengerut, lalu mengendur.

kebiasaan merokok juga membawa kerugian bagi kesehatan bibir. Awalnya, efek rokok tidak begitu terasa. Namun, setelah pengisapnya terjebak dalam ketergantungan, bibir yang awalnya tampak cerah, perlahan-lahan berubah menjadi warna ungu kehitaman.

Pertanyaannya, mengapa orang yang merokok cenderung ungu kehitaman bibirnya? Ada beberapa alasan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pertama, perlu Anda ketahui, perubahan warna tersebut disebabakan oleh pengaruh suhu. Saat diisap, panas rokok mengenai bibir sehingga sel-sel darah merah menjadi “terpanggang” dan mengalami kematian. Sel-sel darah merah yang mati itu akan memproduksi pigemn yang kemudian tertimbun di bibir dan memicu warna hitam pada lapisan luar bibir. Kedua, setiap hasil pembakaran pada ujung rokok akan menimbulkan karbon, yang juga menambah pekat warna bibir.

Gigi

Gigi berfungsi sebagai alat untuk mengunyah, menggigit, dan melembutkan makanan sebelum masuk dalam organ-organ pencernaan. Selain itu, gigi berperan dalam mempengaruhi kecantikan seseorang. Meskipun berwajah cantik, tetapi giginya rusak atau tidak terawat, berwarna kuning, ompong, atau berlubang, bahkan mulutnya berbau, maka nilai kecantikan seseorang akan menurun secara otomatis.

Mata

Tahukah Anda, mata merupakan satu-satunya bagian dari otak yang berhubungan dengan dunia luar. Jadi, mata tidak hanya berfungsi sebagai organ penglihatan, namun juga menjadi sumber informasi bagi otak. Selain itu, mata juga memberi gambaran tentang kejadian otak.

Terdapat berbagai jenis warna lensa mata, di antaranya hitam, cokelat, cokelat muda, biru, violet, hijau, abu-abu, dan lain sebagainya. Warna mata dipengaruhi oleh faktor keturunan dan ras. Namun, dewasa ini, dengan penggunaan lensa kontak, warna mata seseorang bisa diubah sesuai dengan keinginan.

Tangan

Kondisi tangan dapat mempengaruhi citra diri seseorang. Tangan dengan kutikula yang kasar dan kuku yang bergerak memberikan citra diri yang kurang bagus. Para ahli kesehatan kuno Cina menyebutkan bahwa tangan yang lembut dan berisi serat kuku yang kuat mengindikasikan tubuh yang sehat berimbang.

Kaki

Kaki merupakan bagian penting bagi penampilan secara keseluruhan. Sebab, kaki bertanggung jawab memikul berat badan dan menjaga keseimbangan saat berdiri maupun berjalan.

Kuku

Kuku yang terdapat pada jari tangan maupun kaki dapat memberi petunjuk tentang kondisi kedehatan seseorang. Kuku yang kusam dan lembek menunjukan ketidakseimbangan fungsi liver dan masalah dalam oenyerapan kalsium. Struktur kuku ada yang keras dan lembek. Perbedaan struktur ini dipengaruhi oleh keturunan dan konsumsi makanan. Makanan sumber kalsium dan fosfor sangat penting untuk memperkuat struktur kuku. Sehingga, kuku menjadi kuat, keras, dan tidak mudah patah.

Proporsi Tubuh

Seseorang dikatakan mempunyai ukuran tubuh ideal jika bentuk tubuhnya tidak terlalu kurus dan tidak pula terlalu gemuk. Selain itu, tubuh ideal juga harus terlihat serasi antara berat dan tinggi badan. Banyak definisi yang digunakan untuk menyatakan berat badan ideal, kelebihan berat badan, dan kegemukan. Dua standar buku yang dapat dipakai adalah standar Brocca dan Indeks massa tubuh.

Masalah-Masalah Kecantikan

Nah, pada bagian sebelumnya, kita telah membahas tentang unsur-unsur kecantikan pada manusia, khususnya wanita. Perlu Anda ketahui, Emma menuliskan dalam bukunya bahwa beberapa unsur kecantikan tersebut juga sering mengalami masalah kecantikan. Pertanyaannya; apa saja masalah yang sering menyerang unsur-unsur kecantikan tersebut?  Atau, apa saja masalah kecantikan yang sering diderita oleh kaum wanita? Berikut adalah uraian detailnya,

Kulit

Kulit, sebagai organ vital yang sekaligus pertanda kecantikan seseorang, ternyata paling banyak mengalami masalah. Penyakit atau kelainan kulit sering terjadi karena kurangnya perhatian dan perawatan kesehatan dan kecantikan kulit. Penyakit kulit dapat disebabkan oleh faktor dari dalam maupun luar tubuh. Menurut Emma, ada beberapa penyakit kulit yang umum terjadi pada setiap orang, Di antaranya sebagai berikut.

Masalah-Masalah pada Kulit Secara Umum

Secara umum, kulit tubuh juga sering mengalami berbagai masalah kecantikan. Adapun masalah yang sering terjadi pada kulit tubuh adalah sebagai berikut:

  • Penyakit ini merupakan peradangan pada kulit yang biasanya timbul berupa eksem. Gejalanya berupa kulit bengkak, merah, dan terasa gatal. Gejala ini biasanya diikuti juga dengan timbulnya bisul, perdarahan, dan akhirnya kulit menjadi kering serta berkoreng. Jika kondisi ini dibiarkan sampai kronis, maka kulit akan mengelupas, merekah, menebal, dan meninggalkan bekas hitam. Dermatitis dapat disebabkan oleh alergi, reaksi keracuna obat, iritasi dari bahan-bahan pakaian, infeksi, atau faktor keturunan.
  • Infeksi pada kulit. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, atau virus dapat beruapa panu, kadas, kurap, bisul, cacar air, kusta, atau berjamur. Umumnya, infeksi terjadi di sela paha dan telapak kaki. Penyakit ini harus dicegah karena banyak menimbulkan masalah bagi penderitanya.
  • Gelegata (bidur). penyakit ini umumnya disebabkan oleh alergi terhadap udara dingin, debu, bulu binatang, tumbuhan, atau makanan. Reaksinya berupa gatal-gatal pada kulit di beberapa bagian atau seluruh tubuh.

Masalah-Masalah pada Kulit Wajah

Adapaun masalah yang sering terjadi pada kulit wajah adalah sebagai berikut:

Jerawat

Menurut catatan Wikipedia, jerawat (bahasa inggris acne) adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceous gland). Sehingga, gangguan tersebut menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit.

Jerawat merupakan penyakit kulit yang sudah dikenal secara luas dan sering timbul pada wajah. Munculnya jerawat menimbulkan kesan kurang menarik pada penampilan, dan mempengaruhi kecantikan seseorang. Daerah yang mudah terkena jerawat adalah wajah, dada, belakang (punggung), dan atas lengan.

Terdapat tiga tipe jerawat, yaitu komedo, jerawat biasa, dan jerawat batu. Adapun penyebab jerawat antara lain stres, keturunan, aktivitas hormon kelenjar minyak yang hiveraktif, bakteri di pori-pori kulit, polusi udara, iritasi kulit atau terkena garukan, penggunaan pil KB, anabolic steroid, dan lain sebagainya.

Jerawat digolongkan ringan jika bentuknya masih komedo dengan jumlah lesi kurang dari 30. Jika jumlah lesi berkisar antara 30-125, maka dinamakan jerawat sedang (papule). Jerawat besar yang disebut nodul atau kista timbul bila jumlah lesi diatas 125.

Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas, antara usia 14-19 tahun. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon pada remaja. Deteksi jerawat sejak dini sangat sulit. Sebab, sebelum masa pubertas, kulit anak akan mengalami pengelupasan sekali dalam tiga minggu. Sedangkan ketika remaja, kulit mengelupas empat minggu sekali.

Menurut hasi penelitian, sebanyak 85% populasi mengalami jerawat pada usia  12-25 tahun, 15% populasi mengalaminya hingga usia 25 tahun. Jika tidak teratasi dengan baik, maka gangguan jerawat dapat menetap hingga usia 40 tahun. Selain menimbulkan bekas jerawat, efek utamanya adalah pada jiwa seseorang, seperti krisis percaya diri atau minder dan defresi.

Noda-Noda Hitam

Noda hitam ini disebakan oleh sinar ultra violet matahari yang memacu pembentukan pigmen warna kulit secara berlebihan. Akibtanya, timbul bercak atau noda hitam pada bagian-bagian kulit yang sering terkena sinar matahari.

Penuaan Dini pada Kulit (Keriput, Kering, Bersisik)

Menurut Emma, kondisi penuaan dini pada kulit disebut premature aging. Salah satu penyebabnya adalah sering terkena paparan sinar matahari yang terlalu lama. Tanda-tanda dari kelainan ini antara lain kulit kering dan timbul keriput atau garis-garis yang jelas pada wajah sehingga terkesan lebih tua dibandingkan usianya. Untuk mencegah proses penuaan dini, selain menghindari paparan sinar matahari dan solusi lingkungan, juga harus memperhatikan asupan makanan yang kaya antioksidan dan dapat menangkal serangan radikal bebas penyebab penuaan dini (program detoks).

Rambut

Sebagai mahkota, rambut juga memiliki banyak masalah. Dengan kata lain, rambut sangat rentan terhadap berbagai masalah kecantikan. Beberapa masalah yang sering dikeluhkan pada rambut adalah sebagai berikut:

  1. Menurut Emma, ketombe merupakan lepasnya kulit mati berbentuk sisik yang berlebihan dari kepala. Pengelupasan kulit kepala yang normal sekitar 5-10% dari luas keseluruhan kulit kepala. Ketombe dapat tumbuh pada semua jenis rambut. Ketombe bukanlah suatu penyakit, melainkan proses fisiologis normal. Biasanya, ketombe diderita oleh para remaja. Masalah ketombe mulai berkurang pada usia pertengahan, dan sangat jarang pada usia tua.
  2. Kebotakan/kerontokan rambut. Mungkin, Anda pernah mengalami rambut rontok. Bagaimana perasaan Anda? Tentu, Anda akan bingung, gelisah, dan khawatir rambut Anda habis karena rontok (botak). Memang, seseorang akan cemas apabila mengalami kerontokan rambut terutama yang berlebihan dan berakibat kebotakan. Perlu Anda ketahui, kebotakan akan terjadi jika folikel dikulit kepala sudah mati, dan dalam waktu lama tidak menghasilkan rambut baru. faktor keturunan biasanya juga sering menyebabkan kebotakan. kebotakan yang disebabkan oleh faktor ini lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Faktor penyakit dan kehamilan juga dapat menyebabkan kerontokan rambut. Namun, tipe kehilangan rambut seperti ini tidak permanen. Sebab, rambut baru akan tumbuh setelah siklus pertumbuhan dimulai. Faktor-faktor lain seperti; infeksi kepala, kesalahan gizi (gizi tidak seimbang), sirkulasi darah pada kulit sedikit, atau reaksi dari obat-obatan (radiasi) juga bisa menyebabkan kebotakan.
  3. Eksem kulit kepala. Pernahkan Anda mendengar penyakit ini? Secara medis, penyakit ini berbentuk kerak-kerak berwarna kekuning-kuningan dan dalam keadaan kering atau basah. Biasanya, penyakit ini disertai rasa gatal dan kerontokan rambut. Kerak-kerak ini dapat menyerang kulit kepala, alis, dan belakang daun telinga. Penyakit ini disebabkan oleh alergi makanan yang berlemak, produksi minyak yang terlalu berlebihan, dan aspek psikologis (stres). Selain itu, penyakit ini dapat terinfeksi oleh jamur dan bakteri.
  4. Kutu rambut. Siapa yang tidak mengenal kutu rambut? Ya, hampir semua orang pernah mempunyai kutu rambut. Kutu rambut merupakan serangga yang mengisap darah dikulit kepala dan melekatkan telurnya pada rambut. Kutu rambut menyukai rambut yang kotor. Kutu ini mudah berpindah dari satu ke orang lain.

Selain empat masalah rambut tersebut, dari hasil penelitian yang dilakukan Veronique bersama timnya, ditemukan lima masalah rambut yang paling umum dialami oleh wanita Indonesia. Masalah tersebut adalah rambut rontok, kering, kusam, kasar, dan bercabang. Dengan demikian, wanita yang mengalami masalah rambut tersebut tentu harus merawat diri sebaik mumngkinagar terhindar dari masalah-masalah tersebut.

Bibir

Masalah yang umumnya terjadi pada bibir adalah bibir kering, terkelupas, pecah-pecah, lika pada bagian pinggir bibir, dan lain sebagainya. Bibir yang tidak sehat dikarenakan asupan makanan kurang seimbang dan beraneka ragam, terutama kurang asupan sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin C dan vitamin-vitamin lain sebagai sumber antioksidan. Pemakaian kosmetik

Gigi

Sakit gigi merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi. Penyebab utamanya adalah adanya aktivitas bakteri yang berada dalam plak gigi. Bakteri ini memecah gula dalam plak menjadi asam-asam yang dapat mengikis permukaan email gigi hingga berongga. Gigi yang rapi, bersi, dan putih bersih merupakan keinginan semua orang, namun adakalanya warna gigi menjadi kuning, kecokelatan, dan lain-lain. Hal tersebut bisa disebakan oleh konsumsi makan atau minuman yang mempengaruhi warna gigi, seperti kopi, teh, dan minuman beralkohol. Mengkonsumsi antibotik dalam jangka waktu lama juga dapat menyebabkan warna gigi menjadi kehitaman.

Mata

Penampilan mata Anda tentu harus dijaga agar tetap menarik dan cantik. Mata dapat menyampaikan banyak hal, termasuk kepribadian Anda. Karena itu, analisislah masalah yang terjadi pada mata Anda jika mulai terlihat tidak menarik. Beberapa masalah yang umumnya terjadi pada penampilan mata adalah sebagai berikut:

  1. Lingkaran hitam. Salah satu penyebabnya adalah karena faktor keturunan, sedangkan penyebab yang tidak dihindari adalah karena usia. Seiring bertambahnya umur, lingkaran diseputaran mata makin menggelap. Kurang tidur juga dapat menyebabkan timbulnya lingkaran hitam ini, atau polusi dan stres.
  2. Kantung mata. Kantung mata sebenarnya adalah cairan tubuh atau lemak yang tidak dapat dibuang dengan sempurna. Hal ini cukup mengganggu karena membuat mata terlihat bengkak.
  3. Faktor utamanya adalah karena pertambahan usia yang mengakibatkan kurangnya kandungan kolagen dan mengurangi elastisitas kulit. Meski secara biologis umur seseorang belum tua, namun penuaan dini dapat terjadi pada siapa saja. Penyebabnya adalah sinar matahari yang berlebihan dan dehidrasi.

Itulah beberapa masalah kecantikan yang sering menyerang mata. Untuk itu, Anda harus mewaspadai masalah ini.

Bau Mulut (halitosis)

Pernahkah Anda mendengar istilah halitosis? Kalau istilah bau mulut pasti Anda sering mendengarnya, kan? Ya, halitosis merupakan bahasa lain dari bau mulut . Sebenarnya, bau mulut atau halitosis bukan termasuk penyakit yang berbahaya. Namun, jika tidak segera ditangani akan berdampak pada kehidupan sosial Anda. Untuk mengetahui apakah Anda mengalami gangguan halitosis, kenali berbagai gejalanya dengan hal-hal berikut:

  1. Katupkan bibir rapat-rapat. Jika Anda mencium bau tak sedap dari hidung, maka bau mulut berasal dari gangguan sistem organ dalam tubuh.
  2. Pencet hidung dan katupkan bibir rapat-rapat. Jika saat mulut dibuka tercium aroma tak sedap, maka bau mulut berasal dari dalam rongga mulut Anda.

Halitosis bisa berasal dari gusi dan gigi yang berlubang, misalnya infeksi pada sela-sela gigi dan seriawan. Selain itu, halitosis juga berasal dari tenggorokan, misalnya tonsil (amandel) yang terkena infeksi, atau berasal dari rongga hidung, atau saluran pencernaan.

Bau Badan (BB) Tidak Sedap

Telah diakui secara umum, bau badan tidak sedap alias BB mengganggu penampilan seseorang. BB dapat menurunkan kepercayaan diri dalam melakukan aktivitas dan interaksi dengan orang lain. BB terjadi karena pengeluaran keringat yang berlebihan dan bercampur dengan bakteri yang mengeluarkan bau tidak sedap. BB tak sedap dipengaruhi oleh faktor genetik. Sebagian orang memiliki kelenjar apocrine lebih besar sehingga memproduksi keringat lebih banyak dan bakteri membusuk juga lebih banyak. Stres dan emosi juga dapat mempengaruhi kelenjar apocrine bekerja lebiih efektif dan produktif sehingga memicu timbulnya bau badan. Faktor pemicu lainnya adalah kegemukan, sehingga keringat terperangkap diantara lipatan kulit. hal inilah yang menyebabkan timbulnya BB lebih cepat.

Selain itu, kondisi BB diperparah oleh kebiasaan mengkonsumsi makanan tertentu. Mengkonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi seperti daging merah, merokok, dan minum-minuman beralkohol dapat memicu timbulkan BB. Hal ini disebabkan oleh jenis makanan ini akan memperlebar pembuluh darah. Akibatnya, kelenjar keringat juga semakin lebar sehingga keringat yang dihasilkan pun semakin banyak.

Kegemukan/Obesitas

Masalah yang sering menimbulkan kecemasan pada proporsi tubuh adalah kegemukan. Tubuh menjadi gemik diakibatkan oleh energi atau tenaga yang dihasilkan dari makanan sehari-hari melebihi kebutuhan tubuh. Akibat nafsu makan yang berlebihan, zat gizi utama yang masuk ke tubuh menjadi keringat. Energi yang tidak dibutuhkan tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Minimnya aktivitas fisik menjadikan energi tubuh kurang digunakan. Sehingga, hal tersebut memungkinkan seseorang menjadi gemuk. Namun, ada juga gemuk yang disebabkan oleh kelainan genetika atau bawaan.

Dalam catatan Wikipedia, obesitas atau kegemukan adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan, dan fungsi lainnya. Rata-rata, wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.

Seseorang yang memiliki berat bdan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal juga dianggap mengalami obesitas. Obesitas digolongkan menjadi tiga kelompok. Pertama, obesitas ringan, yaitu kelebihan berat badan antara 20-40%. Kedua, obesitas sedang, dengan kelebihan berat antara 41-100%. Ketiga, obesitas berat, dengan kelebihan berat badan >100% (obesitas berat ditemukan sebanyak 5% di antara orang-orang yang gemuk).

Ada dua faktor utama penyebab obesitas, yaitu makan melebihi porsi dari yang diperlukan tubuh dan penggunaan energi yang rendah. Atau, bisa juga karena kombinasi keduanya. Selain itu, juga terdapat faktor-faktor lain yang menjadi penyebab kegemukan, seperti bakat gemuk, enzim, hormon, metabolisme, pengaruh obat-obatan, dan lain sebagainya.

Solusi Program Detoks bagi Masalah Kecantikan

Nah, dari berbagai masalah kecantikan yang sering timbul pada seseorang (Anda), maka salah satu cara praktis, alamiah, sederhana, dan ampuh yang dapat digunakan untuk mengatasi (mencegah dan sekaligus mengobati) ragam gangguan kecantikan tersebut adalah dengan melakukan program detoks. Benarkah program detoks dapat mencegah sekaligus mengobati berbagai masalah kecantikan?

Menurut Robert DeMaria, detoksifikasi pada dasarnya adalah proses yang terdiri atas dua bagian. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mempelajari cara berhenti memasukan racun-racun baru ke tubuh.
  2. melaksanakan beberapa langkah sedrhana untuk membantu tubuh mengeluarkan racun-racun yang sudah masuk, sehingga memberi kesempatan bagi tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

Nah, dari penjelasan Robert tersebut, sudah dapat dipahami bahwa detoksifikasi mampu mencegah sekaligus mengobati berbagai masalah kecantikan. Jadi, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah “ya” atau “benar”

Telah kita ketahui pada penjelasan sebelumnya, sumber penyebab utamanya sekian banyak masalah kecantikan adalah racun yang berada didalam tubuh kita. Dari manakah asalnya racun tersebut? Tentu saja, itu berasal dari pola hidup yang tidak sehat. Maka dari itu, dengan melakukan program detoks, (pembersihan racun), berarti Anda mencoba untuk meninggalkan kebiasaan atau pola hidup tidak sehat tersebut. Kemudian, Anda menuju hidup sehat dengan makanan-makanan detoks (tentang makan detoks, akan dijalaskan pada bab selanjutnya).

Robert juga menjelaskan bahwa pada intinya, pembersihan tubuh atau detoksifikasi melibatkan perubahan filosofi dan praktik diet. Tujuannya bukan perbaikan secara cepat, melainkan gaya hidup. Sebagaimana toksisitas terjadi akibat mengkonsumsi makanan atau minuman yang keliru, maka detoksifikasi dicapai dengan belajar mengkonsumsi makanan dan minuman yang benar. Meskipun makanan dan minuman detoks ini belum pernah Anda konsumsi sebelumnya karena Anda merasa tidak enak. Dengan demikian, program detoks ini tidak dilakukan dengan meminum obat-obatan yang beracun, melainkan melakukan perubahan dan pembenahan pilihan menu makanan agar tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Bukankah ini sebuah cara yang mudah agar tampil cantik dan sehat?

Perlu juga Anda ketahui, proses detoksifikasi memfokuskan pada pembersihan organ-organ utama sistem pencernaan dan pembuangan, seperti hati, ginjal, dan usus besar. Adapun metode-metode yang umum digunakan dalam detoksifikasi sebagaimana dijelaskan oleh Robert, antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Herba-herba pembersih, seperti milk, thistle, akar/daun dandelion, dan yelolow dock. Berbagai jenis herba tersebut sangat bagus dalam membersihkan hati, sedangkan akar dandelion sangat bagus bagi ginjal. Yellow dock juga merupakan sumber alami zat besi yang bagus dan bermanfaat bagi orang yang kekurangan zat bessi. Herba pembersih hati juga bermanfaat bagi para remaja, yang sering mengalami kongesti hati akibat bergolaknya hormon-hormon pubertas.
  2. Puasa jus atau air. Puasa ini sangat besar manfaanya jika dilakukan dengan benar dan bijak. Namun, biasanya puasa jus atau air ini tidak boleh digunakan terlalu sering. Bahaya utama puasa cairan adalah risiko kurangya konsumsi protein untuk menjaga kesehatan otot. Disisi lain, puasa jus bisa bermanfaat bagi para pengidap kanker, atau sebagian upaya pencegahan kanker. Puasa jus yang disarankan oleh Robert kepada para pasiennya adalah minum jus sayur segar minimal satu liter setiap hari selama minimal 2 bulan. Jus tersebut dibuat sebanyak 250 mlsetiap kali minum, dan harus segera diminum. Ia juga menyarankan beberapa sayuran dalam resepnya: wortel, bit, jahe, (satu porong kecil ), apel manis, peterseli, seledri, dan mentimun. Jika dikehendaki, kunyit bisa digunakan untuk mengganti jahe. Untuk informasi lebih lanjut mengenai puasa jus, silahkan kunjungi vitamixdotcom.
  3. Pilihan menu makanan mentah atau utuh. Mulailah membiasakan diri untuk menyantap makanan utuh tanpa dimasak terlebih dahulu. Makanan organik adalah pilihan yang terbaik. Menyantap makanan utuh, mentah, dan organik menjamin sepenuhnya asupan nutrisi penting, serat, protein, dan mineral. Anda bisa menyelingi sayuran mentah dengan sayuran yang dikukus atau ditumis dengan minyak zaitun.
  4. Irigasi usus besar serta hidroterapi (sauna, uap, mandi, berendam). Irigasi usus besar adalah prosedur khusus yang membersihkan usus besar secara tuntas. Untuk melakukan prosedur ini, sebaiknya Anda meminta didampingi oleh spesialis yang terlatih. Jangan coba melakukannya sendiri dirumah. Usus besar yang sehat sangat penting bagi kesehatan tubuh. Diet-diet konvensional yang terdiri atas makanan olahan yang tinggi lemak jenuh dan rendah serta menyebabkan banyak masalah yang berhubungan dengan usus besar. Pembuangan makanan yang tidak tecerna dan limbah-limbah lainnya sam pentingnya dengan pnecernaan dan asimilasi makanan. Limbah-limbah yang dibiarkan stagnan di usus besar akan terurai sehingga kandungan bakteri dan racunnya meningkat. Hal inilah yang kemudian dapat menimbulkan beragam masalah (gangguan / penyakit) kesehatan dan kecantikan.

Demikianlah beberapa langkah atau metode detoksifikasi yang dapat Anda lakukan dalam upaya pembersihan tubuh dari racun-racun yang berbahaya.

Baca Juga: