Detoks, Langkah Praktis Menuju Tubuh Cantik dan Sehat

Posted on

ArenaWanita.com Detoks. Mungkin, Anda sudah pernah mendengar kata ini sebelumnya. Atau, mungkin salah satu dari Anda sudah ppernah melakukannya. Detoks merupakan salah satu cara alamiah agar kita tampil cantik dan sehat. Kulit kusam tidak bersinar, selulit, berat badan berlebih yang sulit dikendalikan, rambur rontok, menipis, dan sulit ditata, serta beberapa masalah kecantikan dan kesehatan lain yang bisa menyerang kita dapat diatasi dengan metode detoks.

Lalu, apa sebenarnya detoks itu? Apa saja manfaat detoks bagi tubuh? Dan, mengapa kita perlu yang namanya detoksifikasi?

Sederet pertanyaan tersebut akan diulasi jawabannya pada bab ini. Kami akan mengulas seputar detoks secara detail dan komprehensif, mulai dari pengertian, manfaat, mekanisme, hingga hal-hal yang membuat kita perlu melakukan detoks. Untuk jelasnya, simaklah uraian berikut.

Mengenal Detoks sebelum Memulai Detoksifikasi

Apa itu detoks? Sebelum Anda mulai melakukan detoksifikasi pada tubuh Anda, tentu hal pertama dan utama yang harus anda ketahui adalah memahami arti kata detoks. Pepatah mengatakan “Tak kenal maka tak sayang”. Untuk itu, jika Anda ingin tampil cantik dan sehat dengan program detoks, maka Anda perlu mengenal tentang detoks secara mendasar, termasuk tentang arti dari detoks tersebut.

Mungkin, Anda berpikir pembahasan tentang pengertian detoks disini hanya buang-buang waktu. Eits….tunggu dulu. Kami menyajikan tentang pengertian detoks ini dengan tujuan agar Anda memahami program detoks dengan mudah yang akan disajikan dalam artikel ini.

Detoks, Langkah Praktis Menuju Tubuh Cantik dan Sehat

Baiklah biar tidak bertele-tele dan untuk menyingkat waktu, berikut kami jelaskan pengertian detoks kepada Anda.

Menurut Dr. Robert DeMaria, detoks atau detoksifikasi adalah proses mengembalikan keseimbangan tubuh yang beracun dengan mengeluarkan racun-racun yang memenuhu organ-organ tubuh dan mengganggu keseimbangan tubuh. Dalam konteks ini, detoksifikasi memiliki arti sinonim dengan purifikasi (pemurnian). Pemurnian ini sangat penting bagi tubuh untuk mengembalikan keseimbangan tubuh yang telah terkontaminasi oleh berbagai zat kimia (toksin). Jadi, detoks merupakan upaya atau proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.

Pertanyaannya kemudian, mengapa didalam tubuh Anda terdapat racun? Dari manakah asalnya racun tersebut?

Tentang hal ini, salah satu organ vital yang paling bertanggung jawab dan menjadi target dalam program pembersihan racun adalah usus besar. mengapa? Sebab, hampir semua penyakit degeneratif yang diderita oleh seseorang dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Perlu Anda ketahui, setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan arah mendapatkannya dari susus. Setiap zat yang masuk ke tubuh kita akan terserap oleh darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada di usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif, Selain itu, toksin juga mengakibatkan menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.

Tubuh manusia merupakan susunan dari sebuah struktur yang sangat canggih. Tubuh terdiri atas organ-organ dan berbagai sistem yang diformulasikan untuk mewujudkan keseimbangan dan harmoni. Tubuh menggunakan makanan dan cairan untuk keperluan pertumbuhan, perbaikan, dan pemeliharaan. Hal tersebut terjadi dalam suatu proses kimiawi yang disbut metabolisme tubuh. Organ –organ dan berbagai sistem ini bertugas memproses makanan, menyimpan sesuatu yang dibutuhkan, dan membuang hal-hal yang tidak dibutuhkan (sisa/kotoran/ampas) oleh tubuh. Dari kegiatan tersebut, sejatinya, tubuh sudah mampu mengeluarkan racun dengan sendirinya, meskipun kita tidak melakukan program detoks.

Lantas jika demikian, mengapa masih perlu detoks? Sebab, tidak selamanya tubuh kita mampu bekerja secara oftimal sehingga pada saat-saat tertentu, terjadi gangguan keseimbangan. Jika hal ini sudah terjadi maka tubuh pun tidak lagi mampu mengeluarkan “miliaran” racun yang setiap menit masuk ke tubuh Anda. Itu artinya, meskipun organ tersebut bekerja sebagaimana mestinya, namun racun masih tetap ada di dalam tubuh. Akibatnya terjadi kekacauan pada kulit, hati, ginjal, dan sisitem getah bening. Semua akibat tersebut terkait dengan kelancaran proses pembuangan racun. Dengan demikian, keempat organ vital ini termasuk objek detoksifikasi, selain usus besar.

Adapun cara kerja atau fungsi dari keempat organ tersebut, sebagaimana dijelaskna oleh Jane Scrivner dalam bukunya, adalah sebagai berikut:

  1. Hati, Dalam sistem kerja tubuh, organ hati memiliki beberapa fungsi yang sangat signifikan bagi kesehatan tubuh. Salah satunya yang paling utama dan penting adalah sebagai penyaring racun, sehingga racun tidak menyebar ke seluruh tubuh. Mekanismenya, hati bertugas mengambil bahan-bahan racun atau bersifat racun yang memasuki tubuh melalui makanan atau lingkungan, kemudian mengubahnya kedalam bentuk yang bisa digunakan oleh tubuh, lalu menyimpannya dengan aman atau membuangnya.
  2. Selain hati, ginjal juga memiliki fungsi penting dalam proses kinerja tubuh. Salah satunya, ginjal bertugas menyaring sisa racun dari darah, dan membuangnya dari tubuh dalam bentuk urine. Selain itu, ginjal juga bertanggung jawab menjaga cairan didalam tubuh agar berada dalam jumlah yang tepat, serta mengatur keseimbangan kalium dan natrium (agar cairan di dalam sistem tubuh mengalir dengan benar). Oleh karena itu, ketika ginjal kita tidak berfungsi sebagaimana mestinya maka berbagai penyakit pun akan mendatangi Anda. Jadi, funsi ginjal sama urgennya dengan fungsi hati.
  3. Sistem getah bening. Mungkin, Anda sudah mengetahui bahwa di dalam tubuh kita, ada yang namanya kelenjar getah bening. Di dalam pelajaran-pelajaran biologi untuk SMP atau SMA, kita telah mempelajari tentang kelenjar getah bening dan cara kerjanya. Nah, sistem ini bertindak sebagai sarana pembuangan sampah bagi tubuh. Cairan getah bening yang dihasilkan oleh kelenjar getah bening di berbagai bagian tubuh menyerap sel-sel mati, kelebihan cairan, dan produksi sisa lain dari manajan, kemudian membawanya ke nodus-nodus getah bening. Di sini, bahan sisa tersebut disaring, dimasukan ke darah, lalu dialirkan ke salah satu sistem pembuangan, seperti kulit, hati, atau ginjal. Kemudian, sisa ini dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk seperti keringat, tinja, atau urine.
  4. Organ vital lainnya yang juga memiliki perana signifikan dalam proses kerja tubuh adalah kulit. Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan melayani banyak fungsi penting tubuh. Ada beberapa fungsi kulit yang sangat penting bagi tubuh, di antaranya sebagai berikut:
  5. Kulit sebagai cemin kesehatan. dalam hal ini, kulit dapat menjadi petunjuk terhadap sesuatu yang terjadi di dalam tubuh kita. Misalnya, kulit terlihat sedikit pucat, sehat, bercahaya, atau segar, semau itu adalah ungkapan umum yang menggambarkan kesehatan melalui penglihatan pada kulit. Jika tubuh kita sehat maka kulit akan terlihat sehat pula, seperti kulit bercahaya, segar, dan lain-lain. Bukti lain bahwa kulit merupakan cerminan kesehatan tubuh adalah ketika Anda sedang stres, maka kulit Anda tampak letih dan pucat. Ketika Anda sakit, kulit kehilangan warnanya. Ketika Anda sakit parah, warna kulit menjadi kuning, sedangkan bisul atau borok yang berair hanya beberapa contoh ekstrem dari sesuatu yang bisa terjadi. Pada bagian dagu, kulit mencerminkan sesuatu yang terjadi di lambung dan usus. Misalnya, Anda pernah terken jerawat atau bintik di dagu. Nha, biasanya, jerawat tersebut berkaitan dengan suatu periode makan atau inum yang tidak sehat. Inilah fungsi fantastis kulit yang pertama.
  6. Kulit sebagai sekresi /pembuangan. Fungsi kedua adalah sebagai tempat pembuangan dalam bentuk ekringat. Sebagai organ pembuangan, tentu saja fungsi kulit tak sepenting hati dan ginjal. Namun, kulit mengeluarkan produk sisa dalam jumlah yang besar, seperti air, garam, asam urat, ammonia dan urea. Kulit seperti saringan besar ; bagian yang baik akan tinggal didalam tubuh, sedangkan sampah (yang buruk) dikeluarkan.
  7. Kulit sebagai proteksi/perlindungan. Dalam hal ini, kulit melindungi tubuh dalam banyak cara. Pertama kulit membentuk halangan fisik terhadap benda asing. Kedua, kulit menghasilkan sekresi asam yang membunuh mikroorganisme berbahaya. Karena sifatnya semi permeable, maka ia mengatur sesuatu yang boleh masuk dan keluar tubuh. Ketiga, kulit juga mencegah penguapan air tubuh yang berlebihan agar tidak terjadi dehidrasi.
  8. Kulit sebagai pengatur suhu tubuh. Dalam hal ini, jika Anda terkena panas sinar matahari karena brolahraga atau berada di lingkungan yang panas, maka tubuh akan memproduksi keringat yang membuat kulit dan tubuh menjadi dingin ketika keringat tersebut menguap dari permukaan kulit. Sebaliknya, jika Anda kedinginan maka pembuluh darah Anda akan mengembang sehingga mengurangi aliran darah pada permukaan kulit. Dengan begitu, panas tubuh tidak akan terpengaruh oleh lingkungan yang dingin.
  9. Kulit sebagai pemberi tanda peringatan. Ketika kita menyentuh sesuatu yang terlalu panas atau dingin maka kulit mengirim pesan kepada otak untuk menarik anggota tubuh dari sesuatu tersebut. Contoh, ketika kulit Anda menyentuh besi yang panas maka Anda akan menjauhinya secara otomatis dan refleks.

Pembersih secara besar-besaran alias detoksifikasi yang dilakukan dengan berkala sangat perlu bagi tubuh kita. Selain untuk mengurangi ampas-ampas beracun dari dalam tubuh, pemebrsih juga menjadikan organisme pembawa penyakit atauvirus tidak tahan berada didalam tubuh yang bersih.

Sementara itu, detoks sudah tua dan sudah dilakukan oleh manusia selama ratusan tahun adalah puasa. Dengan pola makan yang lebih sederhana dan alami saja, manusia dahulu sudah mengerti bahwa sekali waktu tubuh perlu detoks. Detoks seharusnya menjadi lebih penting bagi manusia modern daripada pola makan yang cenderung menimbulkan ampas lebih banyak dan penyumbatan-penyumbatan pada sistem tubuh.

Dalam catatan Wikipedia, disebutkan bahwa detoksifikasi terbagi menjadi tiga menurut golongan substratnya, yaitu alkohol, obat-obatan, dan zat metabolik. Detoksifikasi merupakan cara alami bagi tubuh untuk menghilangkan racun yang sudah dari waktu ke waktu berada di dalam sistem tubuh kita. Racun tersebut merupakan hasil dari kebiasaan yang tidak sehat, seperti makan junk food, terlalu banyak soda, mengkonsumsi alkohol, merokok, dan lain sebagainya.

Pengenalan minuman detoks yang diperdagangkan di pasar adalah hal yang baik, namun masih lebih baik melkukan detoksifikasi dengan cara alami. Hal ini dilakukan dengan mengombinasikan jus buah-buahan, seeperti jeruk, anggur, dan makan sehat lainnya. Beberapa buah-buahan dan sayuran memiliki komponen kimia yang mampu menarik racun dalam aliran darah dan membantu sekresi. Jika Anda adalah tipe orang yang tidak menyukai minuman jus, maka Anda dapat menggantikannya dengan minuman kopi hityam atau teh diseduh sebelum memulai aktivitas.

Perlu Anda ketahui, kafeina dalam kopi merupakan agen detoksifikasi yang sangat efektif. daya detoksifikasinya mungkin tidak sama efeknya, namun sudah mencukupi syarat utama dari detoksifikasi, terutama jika Anda mengalami hari sibuk di tempat kerja atau dirumah. Detoksifikasi tidak hanya dikenal sebagai suatu minuman, tetapi juga sebagai pola gaya hidup sehat. Para pakar kesehatan sekarang juga menggunakan minuman detoks untuk memiliki kulit yang cantik dan penurunan berat badan, dengan fokus kepada manfaat estetika detoksifikasi.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa detoksifikasi itu penting dilakukan. Semua orang harus melaksanakan detoksifikasi setidaknya setahun sekali. Detoksifikasi sangat bermanfaat bagi kecantikan dan kesehatan Anda.

Manfaat Detoks

Ada bebearapa manfaat detoks bagi kecantikan dan kesehatan tubuh Anda, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Meremajakan sel-sel kulit sehingga kulit pun menjadi bersih, sehat, kencang, dan lembut.
  2. Menurunkan kelebihan berat badan.
  3. Meningkatkan energi.
  4. Peningkatan indra penciuman, perasa, dan pendengaran.
  5. Pengerutan tumor (jika ada)
  6. mengatasi peradangan pada kelenjar getah bening.
  7. Melancarkan peredaran darah dan getah bening.
  8. Memperbaiki daya ingat.
  9. Menghilangkan gejala penyakit-penyakit seperti alergi, sakit kepala, kembung, dan lain-lain.
  10. Memperbaiki kadar gula darah dan tekanan darah.
  11. Memperbaiki fungsi liver dan ginjal.
  12. Meningkatkan daya tahan tubuh.
  13. Membersihkan sistem tubuh.
  14. Detoks adalah satu-satunya cara menghilangkan sesulit.

Selain Manfaat-manfaat tersebut, detoksifikasi juga diperlukan dalam rangka:

  1. Mencegah penyakit.
  2. Mengistirahatkan organ tubuh.
  3. Membersihkan bagian dalam tubuh.
  4. Membersihkan jerawat.
  5. Memperlambat proses penuaan.
  6. Meningkatkan fertilitas.

Sungguh, sangat dahsyat manfaat detoksifikasi bagi tubuh. Dengan mendetoks ini berarti Anda telah me-reset seeperti halnya komputer, maka semuanya akan kembali ke awal, yakni bersih tanpa virus dan racun. Oleh karena itu, para pakar sangat menganjurkan agar kita melakukan detoksifikasi paling tidak satu kali dalam setahun.

Mekanisme Detoks

Secara umum, ada dua mekanisme yang digunakan liver untuk mengeluarkan racun. Berikut kedua mekanisme tersebut:

  1. Mengubah toksin menjadi bentuk yang larut dalam lemak. Secara alamiah, lemak akan segera mengikat toksin yang masuk ke tubuh. Oleh karena itu, toksin harus dilepaskan terlebih dahulu dari jaringan lemak. Ini disebut fase pertama.
  2. Mengubah toksin menjadi bentuk yang larut dalam air agar toksin dapat dikeluarkan melalui saluran usus dan urine. Dengan mekanisme ini, tidak akan ada racun yang tersangkut atau tertinggal pada jaringan, termasuk jaringan otak dan saraf pusat. Toksin akan keluar perlahan melalui aliran darah. Pada saat inilah, biasanya gejala-gejala terasa seperti penyakit, yakni muncul gejala krisis penyembuhan (bealing crises). Ini disebut fase kedua.

Pada setiap fase yang harus dilaui, pelaksanaan detoks ini sebaiknya dibantu dengan makan dan herbal tertentu untuk menguatkan sel-sel organ vital dan kelenjar yang berperan dalam proses detoks. Tentang berbagai makanan dan mimuman yang dianjurkan selama melakukan program detoks, akan dibahas pada bab tersendiri nanti.

Bagaimana Cara Melakukan Detoks?

Ada beberapa metode detoks yang sering dilakukan saat ini. Mulai dari yang alami seperti puasa hingga yang menggunakan suplemen herba atau obat-obatan tertentu. Sejatinya, menurut catatan klik-brc dot com, program detoks yang baik harus dapat memenuhi beberapa hal berikut:

  1. Menormalkan Ph (kadar keasaman) pencernaan.
  2. Meringankan beban fungsi enzim di pankreas.
  3. Melancarkan kerja empedu dan mencairkan cairan empedu.
  4. Mengurangi lemak dan penyumbatan pada liver.
  5. Membangun flora usus.
  6. melancarkan pembuangan lendir dan ampas dari dinding usus agar penyerapan zat makanan menjadi lebih baik.
  7. Membuang kotoran yang menyumbat saluran usus (penyumbatan pada usus dapat mengakibatkan kanker usus).
  8. Merangsang peristaltik usus agar pembuangan lebih lancar.
  9. Membersihkan darah.
  10. Membersihkan saluran kencing dan memperbaiki keseimbangan cairan tubuh.
  11. Melancarkan peredaran getah bening.
  12. Membuka pori-pori kulit.
  13. Mengeluarkan lendir dari paru-paru dan melancarkan pernapasan.

Pada umumnya, dibutuhkan waktu antara 6-12 bulan untuk mencapai semua itu. Selain masalah waktu, keberhasilan program detoks juga sangat bergantung pada kondisi keracunan dan kedisiplinan masing-masing individu. Oleh karena itu, bulatkan niat dan tekad Anda dalam melakukan program detoks agar hasilnya optimal.

Adapun metode detoks yang paling mudah dan aman adalah juice fasting, yaitu puasamenghindari makanan padat dan pembentuk asam, dan hanya mengkonsumsi jus buah segar sepanjang hari dalam porsi tertentu. Puasa ini aman bagi semua orang. Namun, bagi mereka yang menderita kanker stadium lanjut, diabetes, atau gagal ginjal, harus dibawah pengawasan ahli.

Selain Puasa, istirahat dan relaksasi (khusus relaksasi ini akan dibahas secara detail pada bab tersendiri nanti) juga sangat penting dalam program detoks. Jika masih sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas lainnya, sebaiknya Anda tidak melakukan program detoks. Mengapa? Sebab, laju metabolisme tubuh selama menjalani program detoks akan menurun, begitu pula suhu tubuh, tekanan darah, nadi, dan saluran pernapasan. Jika penurunan ini terjadi, Anda tidak perlu khawatir. Sebab, hal itu merupakan proses alamiah karena tubuh akan melakukan penghematan energi. Selain itu sebagian besar energi juga akan lebih dikonsentrasikan untuk pembuangan racun.

Proses keluarnya racun juga menimbulkan reaksi tidak nyaman pada tubuh, yang secara medis dikenal sebagai gejala kemunduran (withdrawal symptoms). Beberapa gejala tampak mirip dengan gejala sakit atau sakaw pada pemakai narkoba yang sedang menjalani program pembersihan. Sebaliknya, dalam paham pengobatan alami, gejala ini disebut krisis penyembuhan (bealing crisis). Gejala ini, biasanya, muncul pada hari ketiga sejak dimulainya program detoks. Gejala yang terasa biasanya hanya muncul satu hari. Kecuali, gejala seperti flu (pengeluaran lendir melalui saluran pernapasan) biasanya berlangsung lebih lama.

Beberapa hari setelah itu, Anda mulai merasa tidak kelaparan lagi, meskipun adakalanya muncul gangguan seperti memikirkan makanan-makanan tertentu, padahal perut sedang tidak lapar.

Berapa Lama Idealnya Program Detoks

Karena hakikatnya detoks adalah mengeluarkan racun dari dalam tubuh, sehingga tubuh menjadi bersih (bebas racun) dari berbagai gangguan penyakit, maka jangka waktu detoks ini tidak terbatas. Detoks yang baik dilakukan selama seumur hidup. Artinya, dalam setahun, anda perlu melakukannya satu kali saja. Bukan berarti, Anda harus melakukan program detoks sepanjang hari selama hidup Anda.

Menurut Jane Scrivner, program awal detoks paling sedikitnya dilakukan selama 30 hari. Itu artinya, program detoks Anda harus berlangsung selama satu bulan penuh, tanpa henti. Itu adalah waktu yang cukup bagi tubuh untuk membersihkan dirinya. Jika dilakukan dalam waktu yang lebih singkat, proses pembersihannya tidak lengkap, dan hasilnya juga tidak memuaskan. Lalu, bagaimana caranya agar Anda mengetahui bahwa waktu detoks Anda sudah selesai?

Biasanya, jika Anda sudah terbiasa melakukan program detoks, maka Anda akan mengetahui tanda-tanda bahwa detoksifikasi Anda sudah selesai. Mungkin, bagi Anda yang baru pertama kali melakukan program ini, tanda-tanda tersebut masih belum dapat Anda rasakan. Namun, yakinlah, seiring berjalannya waktu dan makin seringnya Anda melakukan detoksifikasi, maka Anda akan dapat mengenali tanda-tanda tersebut.

Idealnya, ketika Anda mulai merasakan manfaat detoks 30 hari, Anda akan mulai mampu memutuskan bagian-bagian program yang akan Anda lanjutkan maupun bagian-bagian tertentu yang akan Anda hentikan dengan sendirinya. kemungkinan besar, Anda akan mulai menerapkan pola makan yang sangat berbeda dari sebelumnya Anda melakukan detoksifikasi.Hal tersebut akan Anda pertahankan selama hidup. Makanan yang Anda gemari sebelum program, mungkin tidak lagi senikmat dulu. Sebab, umumnya, Anda sudah mengetahui racun yang dikandung oleh makanan tersebut.

Mungkin, kopi termasuk jenis hidangan yang sangat sulit dihindari. Betapa tidak, kopi sudah menjadi makanan pokok, selain nasi. Namun, jika anda puasa kpoi selama 30 hari, kemungkinan besar lidah Anda sudah tidak mau menerimanya lagi. Justru sebaliknya, makanan yang pada awalnya Anda enggan mengkonsumsi, seperti biji-bijian dan ikan segar, maka anda akan menjadi terbiasa dengan makanan tersebut setelah program detoks. Bahkan Anda akan merasa bahwa Anda sudah menjadi bagian dari mereka.

Dengan demikian, setelah menyelesaikan program awal selama 30 hari, maka terserah Anda untuk memilih bagaimana Anda akan menggunakan program ini, dan menyesuaikannya dengan gaya hidup Anda. Satu kata yang ingin kami sampaikan kepada Anda “Do it”