Junub Ketiduran, Saat Bangun Subuh Belum Mandi Wajib, Bagaimana Puasanya?

Posted on

ArenaWanita.com – Sebagai seseorang muslim pastinya begitu suka menyongsong bln. suci ramadhan, mudah-mudahan Allah memberi kita kemampuan untuk melakukan semua beribadah fardhu serta sunnah di bln. Ramadhan yang tinggal hitungan hari ini.

Satu hal semacam ini butuh dibicarakan, sesungguhnya bagaimana sih hukum melalui Shubuh saat belum mandi sedang badan masih dalam kondisi junub—baik karna mimpi basah ataupun karna ji-ma, atau apakah puasanya sah. Masalah yang kerap berlangsung, keadaan junub pada malam hari serta ketiduran, lalu bangun telah masuk subuh.

Junub Ketiduran, Saat Bangun Shubuh Belum Mandi Wajib, Bagaimana Puasanya

Karna ketidaktahuannya, ada beberapa orang yang malas puasa karna belum mandi junub saat masuk subuh. Yang lebih kronis lagi, ada yg tidak shalat subuh karna meneruskan tidur sampai pagi hari.

Walau sebenarnya semuanya aksi ini, meninggalkan shalat atau tidak puasa tanpa ada argumen, yaitu dosa begitu besar. Sesaat, belum mandi saat masuk saat subuh, bukanlah argumen yang membolehkan seorang meninggalkan puasa. Serta meninggalkan puasa tanpa ada asalan yang benar memperoleh acaman begitu keras.

Tidakkah prasyarat sah berpuasa, seorang mesti suci dari hadats besar atau kecil. Ini tidak sama dengan shalat atau thawaf di ka’bah. Orang yang akan shalat atau thawaf, mesti suci dari hadats besar ataupun kecil. Apabila berlangsung hadats di tengah-tengah shalat jadi shalatnya batal.

Lain perihal dengan puasa, suci dari hadats tidaklah prasyarat sah puasa. Tidak dapat kita pikirkan andaikata puasa mesti suci hadi hadats, pasti kebanyakan orang yang puasa bakal begitu kerepotan. Karna mereka tidak bisa kentut atau buang air sepanjang berpuasa.

Oleh karenanya, orang yang junub serta belum mandi sampai subuh, tak perlu cemas, karna sejenis ini tidaklah memengaruhi puasanya. Dalil pokok permasalahan ini yaitu hadis dari Aisyah serta Ummu Salamah radhiallahu ‘anhuma ; mereka bercerita, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk saat subuh, sesaat beliau tengah junub karna terkait dengan istrinya. Lalu, beliau mandi serta berpuasa. ” (HR. Bukhari 1926 serta Turmudzi 779).

At-Tumudzi sesudah mengatakan hadis ini, beliau menyampaikan, “Inilah yang dipahami oleh sebagian besar ulama di kelompok beberapa teman dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serta yang lain. Serta ini adalah pendapat Sufyan At-Tsauri, As-Syafi’i, Ahmad, serta Ishaq bin Rahuyah, ” (Sunan At-Turmudzi, 3/140).

Bolehkah Sahur dalam Keadaan Junub?
Mengutip konsultasisyariah, saat ada orang junub bangun tidur di penghujung malam, dia ada dalam kondisi mesti pilih pada mandi serta sahur, apa yang perlu diprioritaskan?

Dari keterangan diatas, kita miliki rangkuman kalau mandi junub tidak mesti dikerjakan sebelumnya subuh. Orang bisa mandi junub sesudah subuh, serta puasanya tetaplah sah. Sesaat sahur, batas terakhirnya yaitu subuh. Seorang tidak bisa sahur sesudah masuk saat subuh. Dengan menimbang hal semacam ini, seorang sangat mungkin untuk tunda mandi serta mustahil tunda sahur. Karenanya, yang mungkin saja dia kerjakan yaitu memprioritaskan sahur serta tunda mandi.

Cuma saja, sebelumnya makan sahur, disarankan supaya berwudhu terlebih dulu. Seperti info dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau menyampaikan,

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada dalam keadaan junub, lalu beliau menginginkan makan atau tidur, beliau berwudhu seperti wudhu saat akan shalat. ” (H. r. Muslim, 305).

Bila Akan Shalat Subuh, Mandi Dulu

Cermati, jangan pernah keadaan junub saat puasa bikin anda meninggalkan shalat subuh, dikarenakan malas mandi. Karna meninggalkan shalat yaitu dosa yang begitu besar. Sebelumnya shalat, mandi dahulu, karna ini prasyarat sah shalat.

Allah berfirman, “Jika kalian dalam kondisi junub, bersucilah.. ” (QS. Al-Maidah : 6).

Bila anda terasa artikel ini menaikkan wawasan kamu? Janganlah sangsi Berbagi ke rekan-rekan juga ya sebagai amal baikmu!

Baca Juga: