Kuliner Legendaris Bandrek dan Bajigur

Posted on

ArenaWanita.com – Manis, hangat dan menyehatkan, itulah Bajigur dan Bandrek. Minuman khas Priangan yang baik bagi kesehatan. Terbuat dari gula aren atau gula semut, jahe dan campuran rempah-rempah seperti cengkeh, pinang atau dalam bahasa sunda disebut jambe, serai atau sereh, cabai jawa yang dalam bahasa sunda disebut cabe aruey dan lengkuas dalam bahasa sunda disebut laja.


Rempah-rempah inilah yang membuat bandrek minuman yang bermanfaat untukn menghangatkan tubuh. Proses pembuatannya sangat sederhana, cukup campurkan semua bahan dalam air mendidih. Dalam penyajiannya bendrek kerap dihidangkan dengan daging buah kelapa muda dan kolang-kaling. Hasilnya segelas minuman masyarakat Priangan yang lebih nikmat dikonsumsi sore atau malam hari saat cuaca dingin.

Bandrek dan Bajigur diperkirakan sudah ada sejak zaman kerajaan Padjajaran dan Sunda Kelapa sekitar abad 8 masehi, terutama sejak masyarakat sunda mengenal budidaya tanaman dan pohon kelapa. Sementara itu Bajigur berbahan utama gula aren dan santan, dalam perkembangannya santan bisa diganti dengan kreamer nabati.

Proses pembuatannya pun sama dengan Bandrek. Semua bahan direbus bersamaan hingga tercampur rata. Dalam penyajiannya kadang kala ditambah dengan kolang-kaling. Selain menghangatkan, minuman khas Jawa Barat ini juga bermanfaat untuk meredakan masuk angin, mengurangi rasa mual dan mengurangi sakit tenggorokan.

Selain itu keberadaan Bajigur dan Bandrek, ternyata tak hanya sekedar ragam kuliner semata. Namun, terkandung pula nilai budaya didalamnya.

Kuliner Legendaris Sunda Bajigur

Bajigur dan Bandrek biasanya dikonsumsi bersama sejumlah kudapan, seperti kacang rebus, ciu yaitu makanan dari aci dicampur cau atau pisang, jagung rebus dan aneka kudapan lainnya. Ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat sunda sejak dahulu kala. Pendirian Negara Islam Indonesia yang digagas Karto Suwiryo menjadi tonggak sejarah baru bagi Bandrek dan bajigur. Tragedi pemberontakan DITII di Jawa Barat sejak 1949 hingga 1962 ini membuat kondisi keamanan Jawa Barat berubah.

Hingga kini pamor Bajigur dan Bandrek tak pernah sirna. Minuman tradisional Jawa Barat ini bahkan terus bermetamorfosa, mengikuti perkembangan zaman. Keberadaan usaha Bajigur dan Bandrek di Cihanjuang kota Cimahi misalanya. Ketersediaan bahan pokok diseputar Jawa barat, mendorong sang pemilik usaha kecil menengah benama Hanjuang memulai usahanya tahun 2000.

Kuliner Legendaris Sunda Bandrek

Kini setiap hari usaha rumahan ini dapat mengolah 4 ton jahe dan 6 ton gula aren. 15 tahun berjalan UKM kuliner ini kapasitas produksinya kini mencapai 60 ribu kemasan perhari. Selain menjual Bajigur dan Bandrek dalam bentuk konpesional, UKM ini juga berinovasi. Hasilnya 11 varian rasa Bajigur, Bandrek dan komoditas Jawa Barat lainnya.

Baca juga:

Semua pangsa pasar coba digarap dengan membuat penyesuaian pada kemasan, sehingga produk ini ada ditiap pasar tradisional dan menjadi buah tangan andalan lokal. Tanpa diduga peminat Bandrek dan Bajigur meluas hingga ke luar negeri. usaha Bajigur dan Bandrek ini membuktikan, bahwa minuman tradisional juga bisa bersaing dipasar internasional. Bentuk kecintaan pribumi pada kearifan lokal sendiri.


Kata Kunci Halaman Ini:

cara membuat bandrek dalam bahasa sunda