Ini Dia Kuliner Legendaris Pontianak, Bubur Pedas

Posted on

ArenaWanita.com – Berjuluk kota Khatulistiwa, karena lokasinya sejak lama Pontianak berkembang sebagai bagian dari jalur perdagangan antar bangsa. Menjadi destinasi betemunya masyarakat berbagai negara kotapun kaya pertautan budaya. Wujudnya teraplikasi pada berbagai sendi kehidupan warga. Sayur mayur segar dan rempah-rempah pekat di Pontianak keduanya berpadu menjadi seporsi santapan lezat.


Sajian yang sekaligus menjadi wujud akulturasi ragam tradisi, berjuluk sesuai wujud dan rasanya Bubur Pedas. Berbeda dari umumnya bubur ini beras bukan merupakan bahan utama, bintangnya tak lain justru sayur mayur. Sensasi sehat makin mantap disantap dengan taburan kacang tanah dan teri khas dan istimewa.

Sejak lama bubur pedas menjadi sajian populer di Pontianak. Ada banyak penyajinya salah satu yang melegenda kedai Burdas alias bubur pedas dikawasan Cerucuk Pontianak Barat bubur pedas Pa Ngah namanya. Pengunjung sebagian besar merupakan pelanggan setia.

Citarasa otentiknya menjadi cara berbeda nikmatin tradisi dan budaya kota. Rahasia kelezatan yang tak lain karena kedai senantiasa menjaga keluhuran warisan, itu sebabnya resep dan citarasanya sama sejak tahun 1980. Sayur mayurnya juga pilihan kombinasinya hadirkan kesegaran sekaligus kekhasan, karena menggunakan toge, mentimun, kacang panjang, ubi, jagung, kangkung, pakis, katuk, buas-buas, daun kunyit dan daun kesum.

Tak hanya bahan tekhnik memasak bubur pedas juga berbeda dengan bubur gurih lainnya yaitu wajib menggunakan beras putih yang disangrai bersama ketumbar dan lada. Komponen yang juga unik dan berbeda, bubur pedas menggunakan ubi dan singkong. Namanya memang bubur pedas, namun bubur ini bukan pedas karena cabai.

Bubur Pedas Pontianak

Sensasi menyengat berasal dari element khas satu ini daun kesum. Selain garam parutan kelapa yang disangrai turut kuatkan kesedapan dan sayur mayur masuk belakangan untuk menjaga kesegaran dan tekstur aslinya. Menyusul terakhir taburan teri dan kacang goreng.

Melegenda karena bubur pedas sudah ada sejak masa kejayaan Kesultanan Sambas. Warisan leluhur yang tak pernah luntur dari kehidupan warga tanah ini hingga kini, dan warisan budaya ini tersaji dengan harga 7 ribu rupiah perporsi. Menjaga sedapnya hidangan, bubur pedas selalu dimasak dan diracik sesaat sebelum dinikmati oleh pelanggan. Rasa bubur yang begitu lembut justru didominasi oleh sayuran dan umbi-umbiannya.

Baca juga:

Ditambah rasa kuah yang begitu pekat, karena ada campuran lada, ketumbar dan tak lupa daun kesum. Rasa menyengat justru baru terasa setelah bubur ludes disantap, namun bukan hanya pedas melainkan hangat dan nikmat. Unsur pedas memang tidak terasa didalam mulut, tetapi bubur pedas justru memberikan efek hangat didalam perut. Selain bubur pedas kedai pa Ngah masih punya beragam menu favorit lainnya seperti sup kaki sapi dan sup tulang rusuk.


Kata Kunci Halaman Ini:

bubur pedas di jakarta, bubur pedas pontianak di jakarta, resep bubur pedas sambas