Cobain Yuk Kuliner Olahan Jeroan Ini

Posted on

ArenaWanita.com – Sahabat AW’ers pasti sudah tau dong dengan jeroan? Atau mungkin sering mengkonsumsinya. Iya, jeroan pada dasarnya adalah bagian-bagian dalam tubuh hewan yang biasanya dibuang, karena enggan mengolahnya.

Padahal kalau kita tau cara mengolahnnya, jeroan bisa diolah menjadi kuliner lezat dan mahal. Mau tau olahan apa saja yang menjadi kekayaan kuliner Indonesia? Mari kita simak informasinya.

Babat Gongso

Olahan jeroan yang pertama adalah babat gongso. Babat gongso merupakan makanan khas Jawa Tengah yang umumnya ditemukan dikota Semarang. Babat artinya usus besar atau lambung sapi, sedangkan gongso diambil dari bahasa percakapan sehari-hari warga Semarang yang artinya tumis. Iya, kira-kira artinya babat yang ditumis. Di Semarang babat gongso banyak dijajakan di warung-warung kaki lima hingga restoran bergengsi.

Kelezatan babat gongso tak lepas dari bumbu rempah tradisional yang terdiri dari kemiri, gula jawa, laos, kunyit, bawang merah dan bawang putih. Serta diperkaya aroma dari daun salam dan daun jeruk. Dengan bumbu-bumbu ini bau amis dari jeroan bisa ditutupi dan berganti dengan aroma sedap yang menggoda.

Selain rasanya yang lezat, tekstur babat gongso yang lembut menjadi nilai tambah yang menggugah para pecinta kuliner tradisional. Rahasia kelembutan babat gongso terdapat pada proses memasaknya yaitu dengan mempresto jeroan selama 15 menit. Selain jeroan menjadi empuk dengan presto juga dapat menghilangkan bau anyir pada jeroan.

Babat Gongso

Konon menurut cerita, masakan gongso ini bermula ketika ada seseorang yang ingin memasak nasi goreng daging. Namun, karena harga daging mahal sebagai gantinya digunakan babat yang lebih murah. Akhirnya nasi goreng babat pun dimasak dan tak diduga ternyata masakan ini enak dan digemari.

Oseng Paru

Selain babat gongso, Jawa Tengah juga punya olahan jeroan yang tak kalah lezat yaitu oseng paru. Kelezatan oseng paru didapat dari bumbu rempah tradisional, yang terdiri dari bawang merah, bawang putig, cabai merah besar, lengkuas dan daun salam. langkah pertama dalam memasak oseng paru yaitu dengan menumis semua bumbu dalam minyak panas. Jika aroma bawang sudah tercium, masukan sedikit air agar bumbu mudah meresap. Selanjutnya masukan paru yang sebelumnya dipotong dadu kedalam tumisan bumbu dan tunggu hingga air dalam tumisan menyusut.

Ciri khas oseng paru adalah warna yang hitam dengan citarasa manis dan pedas, semuanya didapat dari kecap dan irisan cabai. Setelah air dalam tumisan menyusut, angkat oseng paru dan siap disajikan. Dari penampilannya oseng paru mirip dengan semur daging, bedanya oseng paru tanpa kuah. Untuk membuat paru yang empuk dan tidak amis, sebelum ditumis paru harus direbus dahulu selama 2 jam. Masakan ini sangat cocok disajikan untuk santap siang ataupun malam hari.

Oseng Paru

Gulai Tambusu

Dari Jawa Tengah kita beralih ke Sumatera Barat. diranah minang ini kita juga dapat menemukan olahan jeroan yang dijamin menggugah selera makan, namanya gulai tambusu. Gulai tambusu adalah gulai berkuah kental dari usus sapi yang diisi telur kocok berbumbu. Tapi ada juga yang memakai usus kerbau. Namun usus kerbau harus dimasak lebih lama agar empuk dan aromanya tidak menyengat. Ketika telur masih dianggap bahan mewah dimasa lalu.

Kadang-kadang isi gulai tambusu juga diganjal dengan tahu dan tempe yang diancurkan. Kemudian dikocok bersama sedikit telur ayam. Bumbu-bumbu yang dipakai dalam adonan telur ini adalah santan, bawang merah, bawang putih, kemiri dan sedikit cabai agar adonan tidak terlalu lembek. Biasanya menggunakan campuran telur ayam dan telur bebek.

Gulai Tambusu

Adonan telur tadi kemudian dimasukan kedalam usus yang telah dibersihkan, namun dibiarkan tetap panjang. Setelah diisi, usus sapi yang masih panjang ini direbus sampai matang. tidak mudah memasak usus yang sudah diisi adonan telur dan santan ini. Selama memasak harus terus diaduk ya. Bila tidak diaduk usus akan menjadi besar sebelah karena kematangannya tidsk merata.

Adonan telur akan mengembang selama proses pemasakan, sehingga penampilan usus seperti sosis yang gemuk menggiurkan. Kuliner yang mirip dengan sosis ini kemduian dipotong-potong sekitar 8 sampai 10 cm. Tambusu yang sudah matang kemudian dimasak lagi didalam kuah gulai bersantan kental. Gulai unik khas ranah minang ini rasanya gurih dibagian dalam dan pedas diuar. Sehingga makin nikmat bila disantap dengan nasi panas.

Soto Betawi

Soto Betawi

Jakarta juga tak mau ketinggalan, orang betawi juga punya olahan jeroan yang dapat menggoyang lidah anda. Apalagi kalau bukan soto betawi. Soto betawi juga identik dengan jeroan dan banyak digemari berbagai kalangan. Selain jeroan, soto betawi dilengkapi dengan potongan kentang, tomat, daun bawang dan emping melinjo. Biar lebih nikmat tambahkan bawang goreng, jeruk limau dan kecap manis. Jeroan dalam soto betawi tidak amis, dan sudah matang karena sudah direbus terlebih dahulu. Ciri khas dari soto betawi terdapat pada kuah santan yang dicampur susu sehingga semakin gurih, harum dan kuningnya kuah soto betawi dijamin menggugah selera makan anda.

Baca juga:

Selain gurih anda juga akan merasakan sensasi pedas menyegarkan yang muncul dari kuah soto. Sensasi pedas yang muncul berasal dari campuran lada yang dihaluskan. Perpaduan soto dengan nasi dan jeroan wahh dijamin menjadi perpaduan serasi yang memuaskan lidah anda. Meski kuliner ini sudah ada sejak penjajahan Belanda, namun istilah soto betawi baru dipakai oleh seorang pedagang soto keturunan Tionghoa bernama Libon pok. Semakin lama nama soto betawi semakin populer, karena banyak dipakai para pedagang soto lainnya.

Kata Kunci Halaman Ini:

olahan jeroan, kuliner jero, olahan dari jeroan ( paru ), olahan jeroan sapi, tambusu presto

Baca Juga: