Makanan Legendaris Gabus Pucung

Posted on

ArenaWanita.com | Makanan Legendaris Gabus Pucung Berkuah hitam, kenyal, gurih dan nikmat, itulah nikmatnya rasa Gabus Pucung makanan khas Betawi yang nyaris punah. Gabus pucung punya rasa khas yang bisa membuat penikmatnya ketagihan. Namun sayang bahan baku utama dari ikan gabus membuatnya susah ditemui dirumah makan Betawi di Jakarta. Upaya pelestarian masakan gabus pucung terus dilakukan oleh warga Betawi.


Salah satunya Lukman lewat bisnis usaha pondok gabus Lukman di Bekasi Jawa Barat. Iya meneruskan usaha rumah makan ayahnya dari tahun 1950. Gabus pucung berbahan baku utama ikan gabus dan pucung atau kluek buah hitam yang jadi bumbu rawon. Pucung sengaja dipilih untuk menambah rasa gurih dan bau dan khas. Gabus pucung lahir pada masa penjajahan kolonialisme. Lukman menjamin gabus pucung buatannya selalu segar. Ikan baru diambil ketika hendak dimasak . Cara membersihkan ikan pun unik yaitu menggunakan abu gosok.

Makanan Legendaris Gabus Pucung

Setelah bersih, gabus dibilas dengan air lalu dipotong menjadi 2 atau 3 bagian sesuai ukuran ikan. Saat Lukman memotong ikan, sang istri memilih dan menyeleksi pucung, hanya pucung terbaiklah yang dipakai. Pucung-pucung harus dicium dan dirasakan. Apabila pucung rasanya pahit dan juga baunya tidak enak, berarti tidak layak untuk dikonsumsi.

Bahan-bahan yang digunakan ada lengkuas, daun salam, jahe, kunyit, bawang merah, bawang putih, merica, cuka dan garam kasar. Resep turun temurun ini jadi andalan Lukman termasuk cara mencampur bumbu. Bumbu campuran ini lalu ditumis, kemudian air tumbukan pucung disaring kedalam kuah tumisan. Setelah mendidih berulah ikan gabus direbus selama 10 menit. Tak menunggu lama, gabus pucung siap untuk disantap. Makan gabus pucung tak lengkap tanpa sambal goang. Sambal goang adalah sambal cabe hijau khas Betawi. Cara membuatnya pun cukup mudah, cabe hijau ditumbuk sampai halus lalu diberi air, garam dan cuka.

Tidak merubah cita rasa, berani bumbu dan pelayanan yang baik, menjadi kunci sukses pondok gabus Lukman. Dalam sehari 50 kg ikan gabus habis terjual. Pondok gabus lukman memiliki pelanggan setia yang tak terhitung. Setidaknya 100 pelanggan datang tiap hari. Susatyo salah satunya, datang dari Grogol Jakarta hanya untuk sekedar bernostalgia.

Begitu pula Lisma, 10 tahun sudah ia jadi pelanggan tetap. Seminggu sekali ia sempatkan santap siang disini. Harga 1 porsi gabus pucung bervariasi, mulai dari Rp 35.000,- untuk bagian ekor dan perut, hingga Rp 50.000 untuk bagian kepala. Buka setiap hari mulai pukul 09:00 sampai 17:00. Ikan gabusnya sangat lembut dimulut dan selain rasanya enak, gabus pucung ini juga kaya akan zat albumin.

Maka dari itu sangat bagus untuk kesehatan dan juga kekebalan tubuh. Bagi Lukman masakan gabus pucung bukan hanya bisnis belaka, melainkan sebagai sejarah kuliner khas Betawi yang tak boleh lekang ditelan zaman. Selamat bersantap kuliner legendaris.