Masih Ingat dengan Ponari? Nasib Bocah Ajaib Itu Kini Bikin Miris

Posted on

ArenaWanita.com – Ponari. Namanya pernah menghebohkan Indonesia 2009 lantas. Seseorang bocah lelaki kelas IV SD mendadak digemari beberapa orang. Dahulu, bocah yang dimaksud dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balungsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur itu seringkali didatangi banyaknya orang.

Hal tersebut karna mereka yakin bila batu punya Ponari dapat mengobati beragam penyakit. Apa sesungguhnya batu ajaib punya Ponari, dukun cilik asal Megaluh, Jombang, yang aksinya mengagetkan Jawa Timur itu? Menurut Ponari, batu ajaib itu dinanti dua makhluk gaib, lelaki serta perempuan bernama Rono serta Rani.

Disadur dari tribunnews. com, dua makhluk gaib tersebut yang sampai kini memberi amanat pada Ponari untuk membantu orang sakit lewat batu yang diketemukan pertengahan Januari lantas. Cerita penemuan batu sebesar kepalan tangan anak-anak berwarna coklat kemerahan itu cukup dramatis serta memiliki nuansa mistis.

Ponari dalam ceritanya saat itu mengungkap, batu itu diketemukan dengan tidak berniat, yaitu waktu hujan deras mengguyur desanya. Seperti bocah-bocah seusianya, Ponari bermain-main dibawah guyuran hujan lebat yang sesekali diiringi nada geledek. Ketika itu, lanjut Ponari, berbarengan nada petir yang menggelegar, kepalanya seperti dilempar benda keras.

Sejurus lalu, Ponari rasakan udara p***s menyebar ke semua badannya. Berbarengan itu, Ponari rasakan ada batu ada dibawah kakinya. Batu itu keluarkan cahaya warna merah. Karna penasaran, batu itu dibawa pulang serta ditempatkan di meja.

Seperti sudah ditulis dari boombastis. com, bocah itu memanglah mendadak populer mulai sejak temukan batu di dalam badai. Konon, batu yang ia dapatkan itu bertuah serta dapat menghadirkan kesembuhan. Akhirnya, beberapa ribu orang juga ikhlas datang dari beragam kota untuk satu gelas air yang sudah dicelup oleh batu bertuah punya Ponari. Lalu, seperti apa saat ini nasib bocah itu saat ini?

1. Dahulu duitnya miliaran, saat ini hidup pas-pasan

Dulu duitnya miliaran, sekarang hidup pas-pasan

Karena praktik perdukunan, Ponari sekeluarga juga hidup bergelimangan harta. Pendapatannya dari orang yang datang dapat sampai miliaran rupiah. Uang hasil jadi dukun itu juga digunakan untuk bangun tempat tinggal, beli tanah dan sawah.

Tetapi, sekarang ini kehidupan Ponari tidak sejaya dahulu. Mulai sejak th. 2013, praktik perdukunannya sangatlah sepi. Mungkin saja cuma satu dua orang saja yang datang, serta itu juga tidak setiap hari. Tamu yang datang juga paling-paling cuma memberi 20 ribu rupiah. Umumnya sih tidak telah tidak yakin bila batu Ponari masih tetap bertuah.

2. Hikmah dibalik sepinya tamu yang datang

Hikmah di balik sepinya tamu yang datang

Sepinya praktik perdukunan Ponari juga miliki bagian baik juga. Sebab, mulai sejak waktu itu Ponari mulai sadar untuk meneruskan sekolahnya. Bocah itu juga pada akhirnya meneruskan sekolah seperti anak biasanya. Tetapi sayangnya, waktu hingga di bangku sekolah menengah pertama, Ponari alami problem dengan cost.

Mukaromah, ibu Ponari mengakui bila ia kesusahan membayar cost semester yang jumlahnya 250. 000 rupiah. Mirisnya lagi, Ponari juga pada akhirnya putus sekolah. Mungkin saja berkesan susah diakui, mengingat pendapatan Ponari yang dahulu sampai miliaran rupiah, tetapi sebagian ratus ribu saja saat ini tidak ada.

3. Usaha sawah tidak berkembang dengan baik

Usaha sawah tak berkembang dengan baik

Waktu berjaya dahulu, Ponari memanglah pernah beli sawah dan tanah untuk menaikkan kesempatan usaha. Tetapi, apa yang direncanakan nyatanya tidak jalan dengan baik. Kehidupan keseharian keluarga Ponari kembali memprihatinkan karna keluarga cuma memercayakan hasil panen.

Tetapi, Desa Kedungsari termasuk lokasi yang kurang pas ditanami padi. Hasil yang didapat dari panen sawah juga tidak seberapa. Kecamatan Megaluh sering mengeluhkan hasil panen yang kurang memuaskan. Hingga sawah yang dibeli dari hasil perdukunan juga tidak semua yang dikerjakan, beberapa cuma disewakan untuk dikerjakan oleh orang lain.

4. Keadaan kembali seperti semula

Kondisi kembali seperti semula

Namun, tidak berselang lama dari kejayaan itu, kehidupan Ponari kembali memprihatinkan. Uang yang sudah dikumpulkannya dari praktik dahulu sudah habis. Keadaan Ponari serta keluarga juga kembali seperti awal mulanya. Bahkan juga, keluarga Ponari hingga pontang-panting ngurus BPJS karna terasa tidak mampu membayar persalinan ibunya.

Dari cerita Ponari, mungkin saja kita dapat bercermin, bila kekayaan sejati yaitu yang diperjuangkan dengan usaha keras. Peroleh suatu hal dengan instan, bermakna kita mesti siap kehilangannya dalam sekejap juga. Mudah-mudahan cerita ini jadi pelajaran buat kita semuanya.

Baca Juga: