Mengenal Gangguan Kulit Pada Bayi

Posted on

ArenaWanita.com | Tentu sayang bila kulit bayi yang halus dan lembut, bermasalah. Seperti muncul ruam merah di siku dan lutut, juga putih-putih seperti panu di pipi. Bukan hanya tak sedap dipandang, munculnya gangguan kulit, juga akan membuat bayi gatal dan rewel. Namun, daya tahan tubuh bayi yang rendah, ditambah struktur kulitnya yang tipis dan halus, membuat kulitnya rentan mengalami gangguan. Terutama sampai usia 3 bulan.


Memang, seiring bertambahnya usia, daya tahan tubuh juga akan bagus, sehingga masalah kulit yang dikeluhkan dapat hilang dengan sendirinya. Tapi, bukan berarti boleh diremehkan, karena masalah kulit pada bayi dapat menyebabkan infeksi. Berikut ini arenawanita.com informasikan beberapa gangguan kulit pada bayi, seperi berikut ini :

Peradangan Kulit

Peradangan kulit (dermatitis atopic) bisa terjadi karena alergi. Sepeti terhadap makanan, bahan iritan, seperti sabun bayi, selimut, dan pakaian.

Bentuknya berupa merah-merah melebar di kulit, kadang disertai gelembung bersisik. Terutama muncul di area lipatan, seperti siku dan lutut. Tapi, bisa juga di mulut dan pipi bayi. Sehingga membuat bayi rewel. Gangguan kulit ini bersifat kambuhan.

Peradangan kulit sering terjadi pada bayi baru lahir hingga usia tiga bulan. Biasanya diawali dengan gatal—gatal, kemudian memerah, hinggal timbul kerak akibat kulitnya yang kering dan kasar. Jika digaruk, akan timbul luka. Gejala peradangan kulit dapat dibagi jadi tiga, yaitu ringan, sedang, dan berat.

Mengenal Gangguan Kulit Pada Bayi

Biang Keringat

Biang keringat atau keringat buntet (malaria) biasa terjadi di wajah, terutama dahi dan leher, dan punggung bayi. Bentuknya bintik-bintik kecil kemerahan, berisi cairan, dan gatal.

Biang keringat muncul saat cuaca panas dan lembab. Sebab, bayi belum bisa mengatur suhu tubuhnya, sehingga mekanisme pengeluaran keringatnya belum sempurna.

Biang keringat tak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya saat suhu udara dingin. Namun, untuk mengurangi gatal, disarankan agar sering memandikan bayi dan mengoleskan lotion yang mengandung Callamine. Callamine sendiri bersifat mendinginkan dan menyeimbangkan suhu, sehingga biang keringat hilang.

Jerawat

Bayi, terutama yang baru lahir, juga bisa jerawatan (milia). Tapi, tentu jerawatnya beda dengan remaja atau dewasa. Jerawat pada bayi berupa bintik-bintik kecil warna putih. Diameternya sekitar satu sampai dua millimeter, dan muncul di dahi. Masalah kulit ini tidak berbahaya, dan bisa hilang dengan sendirinya ketika bayi berusia tiga bulan.

[Baca juga >> Sehat dan Cantik Dengan Bahan Alam Dari Laut]

Ruam Popok

Ruam popok terjadi di area yang tertutup popok. Bisa karena pemakaian popok terlalu lama, atau bahan popok yang bisa mengiritasi kulit. Terkadang kemerahan, dan kadang perih bila infeksi. Sehingga bayi akan menangis dan rewel jika arena tersebut terkena air. Untuk mengatasinya, disarankan agar selalu menjaga kebersihan dan area popok.


Kata Kunci Halaman Ini:

bercak putih pada wajah bayi apakah akan menghilang, cara mengatasi muka bayi yang merah melebar, bercak coklat pada kulit bayi, bercak putih pada kulit bayi seperti panu, apa penyebab muka dan badan bayi bentol merah, bercak putih pada kulit bayi 3 bulan, bintik coklat pada tubuh bayi, bekas biang keringat pada bayi menjadi putih seperti panu, apakah bekas merah pada kulit bayi bisa hilang, bercak putih pada kulit bayi