Berikut Ini Adalah Beberapa Pakaian Muslimah dari Berbagai Negara yang Harus AW’ers Ketahui

Posted on

ArenaWanita.com – Salah satu isu penting yang terus di perbincangkan di negara – negara Muslim adalah bagaimana seharusnya para perempuan berpakaian dihadapan publik. Seperti kita ketahui bahwa perempuan muslimah tersebar di seluruh dunia dengan berpakaian yang sama.

Namun, jika kita perhatikan terdapat perbedaan gaya dalam berbusana muslim, yang dipengaruhi oleh faktor budaya maupun cuaca atau iklim negara yang bersangkutan. Berikut ini adalah beberapa gaya berhijab yang terdapat di beberapa negara di dunia.

  • Chador – Iran

Yang pertama adalah gaya hijab di Iran. Para perempuan Iran pada umumnya menggunakan chador. Berbeda dengan chadar, chador merupakan bentuk kerudung asal wilayah Persia, diantaranya Iran sendiri dan sekitarnya. Chador berbentuk kain lebar yang memiliki ukuran lebar lebih dari 2 meter dengan panjang sesuai ukuran tinggi penggunanya.

Chador merupakan kain bagian luar kerudung yang menutupi kerudung bagian dalam. Pada umumnya berwarna hitam, namun dibeberapa tempat seperti di Abyaneh Iran berwarna putih atau bahkan berwarna-warni sehingga terkesan menyerupai mukena. Penutupan chador hanya menutupi sampai dagu. Chador ini telah dikenal sejak masa kekaisaran A hymenit pada tahun 648 sebelum masehi.

Dimana pada saat itu chador hanya digunakan oleh para perempuan terhormat. Tak hanya di Iran, sebenarnya budaya ini juga dilakukan oleh perempuan Yunani dan Mizentium kelas atas. Sebelum Islam menjadi Agama mayoritas Di Iran, chador berwarna hitam polos yang hanya digunakan saat upacara pemakaman.

Chador - Iran

BSebagaimana ditempat asalnya hanya kalangan tertentu sajalah yang bepergian keluar rumah mengenakan chador yang panjang. Hal tersebut menunjukan semacam simbol yang membedakan status dan kelas sosial masyarakat. Seiring berjalannya waktu, chador pun berkembang mengikuti zaman dan dibuat semakin praktis.

  • Milayat – Libya

Selanjutnya adalah gaya berhijab perempuan di libya, mereka menggunakan milayat untuk menutupi auratnya. Milayat ini adalah jilbab yang terkenal di Libya, berupa kain menutupi kepala dan leher. Bagian mukannya sendiri dibiarkan terbuka dan pakaiannya mereka kenakan lebar hingga tidak membentuk lekuk tubuh. Hampir serupa dengan chador di Iran, namun untuk warna milayat lebih berwarna-warni bukan hanya hitam saja.

Milayat - Libya

  • Abaya Irak

Berikutnya adalah gaya berhijab muslimah di Irak. Perempuan Irak biasa mengenakan abaya dalam keseharian mereka. Abaya sendiri adalah pakaian terluar atau jubah berwarna gelap yang menutupi seluruh tubuh dibawah leher. Untuk menutup kepala mereka menggunakan jlbab seperti perempuan pada umumnya yaitu berupa kain lebar yang menutupi kepala hingga leher. Sedangkan beberapa wanita memilih menggunakan chadar hingga mata saja yang dibiarkan tidak tertutup kain.

Abaya Irak

  • Hijab Ala Turki

Kemudian gaya berhijab di Turki. Pada abad ke 18, perempuan Turki menggunakan sehelai kain yang biasanya terbuat dari wol yang dililitkan menutupi kepala hingga leher. Bagian kepala tertutup dan yang terbuka hanyalah mata, namun mata pun ditutup dengan kain tipis seperti jaring yang memungkinkan mereka untuk tetap bisa melihat. Kain menutup mata dikaitkan disebelah dahi. Baru setelah memasuki abad ke 19, perempuan dewasa di Turki menutupi badannya dengan kain lebar yang menjulur dari kepala sampai kaki. Kain ini juga menutupi muka dengan bagian mata dibiarkan terbuka.

Hijab Ala Turki

Dan saat ini perempuan Turki banyak memakai kain dengan aneka macam warna dan corak. Untuk menutupi kepala dan leher dengan cara yang sederhana. Shock berbahan silk yang terkesan glosy, menjadi andalan berhijab bagi perempuan muslim di Turki. Cara pemakaian busana muslim ini cukup sederhana, hanya dengan melilitkan ke 2 sisi hijab pada bagian leher dan menggunakan bagian dalam seperti bandana. Pemilihan material bisa memberikan kesan yang beragam. Dikatakan kalau materialnya dari satin atau sutera, maka kita akan terlihat elegan dan glamour. Inti dari penggunaan hijab ala turki ini adalah dengan melipat segi empat hingga membentuk segitiga. Kesan menggantung diatas dahi inilah yang menjadi ciri khas hijab ala Turki.

  • Hijab Pashmina Ala Pakistan

Lalu bagaimana dengan para muslimah di Pakistan? Gaya hijab Pakistan memiliki ciri khas tersendiri. Kaum hawa di Pakistan memiliki pakaian tradisional bernama Salwar kameez yaitu pakaian yang memiliki warna-warni yang mencolok. Begitupun dengan jilbab atau kerudung yang dikenakan. Dupatta yeng merupakan kerudung longgar juga menjadi ciri khas hijab yang dipakai di Pakistan, seperti yang dikenakan oleh Benazir Bhutto yaitu Perdana Menteri Pakistan yang tewas ditembak.

Hijab Pasmina Ala Pakistan

Wanita Pakistan senang menggunakan hijab dari kain persegi panjang atau biasa dikenal dengan pasmina. Hingga menggunakan hijab bagian dalam terlebih dahulu, pada umumnya hijab berpakistan akan melilitkan langsung kain keatas kepala dan leher hingga membentuk kerudung sederhana. Jika bahan kainnya tidak licin, maka tidak memerlukan bantuan peniti atau jarum pentul sama sekali untuk menggunakan hijab ala Pakistan.

Dan itulah beberapa gaya pakaian muslimah di berbagai Negara didunia. Informasi diatas tadi semoga menambah wawasan anda ya!

Kata Kunci Halaman Ini:

pakaian chador, Busana wanita iran, model baju muslim di irak, pakaian khas iran, Busana muslim berbagai negara, simbol iranian, baju perempuan iran, baju muslin chador dari iran, baju muslimah berbagai negara, baju muslim dari berbagai negara