Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan, Kemampuan Anak Pada Setengah Tahun Pertama

Posted on

ArenaWanita.com – Memiliki anak adalah harapan setiap pasangan. Oleh karena itu, ketika sudah dianugerahi anak tentunya orang tua akan melakukan upaya yang maksimal agar anaknya dapat tumbuh dengan baik, mulai dari pendidikan, kesehatan dan berbagai kebutuhan lainnya. Pertumbuhan seorang anak dipengaruhi oleh perkembangannya dan salah satu fase terpenting adalah proses perkembangan bayi usia 6 bulan.

Usia ini dikenal sebagai trimester kedua dalam perkembangan bayi yang tentunya sudah terdapat berbagai macam perkembangan dalam hal kemampuan berkomunikasi, motorik, dan juga berbagai jenis makanan yang sudah boleh dikonsumsinya. Artikel ini akan membahas tentang kemampuan bayi pada usia 6 bulan.

Kemampuan komunikasi pada bayi usia 6 bulan terbilang sudah mulai terlihat aktif karena pada usia ini, bayi sudah mulai bisa mengucapkan beberapa kata seperti “mamama”, “papapa”, “dadada”. Selain kemampuan komunikasi untuk berinteraksi dengan orang lain, kemampuan berekspresi dalam masa perkembangan bayi usia 6 bulan juga sudah nampak.

Ia sudah mulai sering berceloteh ketika ingin menyampaikan sesuatu dan akan tertawa ketika menanggapi orang di sekitarnya. Selain itu, ia akan menunjukkan ekspresi ketakutan ketika bertemu orang asing yang wajahnya belum ia kenal.

Kemampuan komunikasi dan berekspresi pada bayi ini mengindikasikan bahwa pada usia 6 bulan, mereka sudah mengenali orang-orang yang selalu bersamanya, seperti, orang tua kakak, nenek atau kakek. Karena sudah mengenal beberapa orang terdekat dalam hidupnya, maka ia akan meminta berbagai hal pada orang-orang tersebut seperti meminta gendong.

Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan, Kemampuan Anak Pada Setengah Tahun Pertama

Kemampuan motorik dalam masa perkembangan bayi usia 6 bulan adalah mereka sudah bisa aktif menggerakkan tubuhnya, seperti memiringkan  bahkan menggulingkan badan hingga posisi tengkurap dan kemudian kembali ke posisi telentang.

Kemampuan motoriknya yang sudah berkembang ini akan mempengaruhi kebiasaan lain pada bayi, misalnya jika dulu mereka tidur dengan posisi yang tenang, maka saat sudah bisa menggulingkan badan, biasanya ia akan tidur dengan posisi telentang dan terus bergerak hingga saat ia bangun dengan posisi tengkurap.

Melihat perkembangan pada bayi yang sudah mulai aktif ini tentunya orang tua akan sangat bangga tapi juga harus selalu mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk, seperti risiko SIDS saat bayi tidur dengan posisi tengkurap. Oleh karena itu, orang tua harus secara rutin mengecek anak saat tidur dan memperbaiki posisi tidurnya.

Untuk pola makan bayi usia 6 bulan, ia sudah diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan selain ASI namun jenisnya juga masih dibatasi seperti buah dan sayur. Pada usia ini, orang tua juga harus cermat untuk mengamati berbagai makanan yang mungkin dapat menyebabkan alergi, seperti kacang tanah, coklat, putih telur atau kacang kedelai.

Baca juga:

Ada aturan tertentu untuk pola makan dalam proses perkembangan bayi usia 6 bulan yaitu sajikan buah dan sayur secara selang-seling setiap harinya dan apabila setelah mengonsumsi buah atau sayur tertentu bayi mengalami ruam, maka dapat dipastikan ia alergi pada makanan itu dan jangan lupa untuk segera berkonsultasi kepada dokter.

Kata Kunci Halaman Ini:

bahaya tidur larut malam bagi bayi 6 bulan

Baca Juga: