Rumah Mewah Bos Warteg di Tengah Jalan Tol Dibongkar dan Diberi Ganti Rugi Segini

Posted on

ArenaWanita.com – Sanawi sangat terpaksa mesti membongkar tempat tinggalnya yang ada di dalam Jalan Tol Pejagan- Pemalang Seksi III di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jumat (2/6/2017). Pembongkaran menyusul ditolaknya kasasi oleh Mahkamah Agung yang diserahkan Sanawi lewat pengacaranya sekian waktu lalu.

Terlebih dulu, yang memiliki beberapa warteg di Jakarta itu juga ajukan tuntutan ke Pengadilan Negeri (PN) Slawi Kabupaten Tegal. Satu unit tempat tinggal elegan dua lantai kokoh berdiri di dalam Jalan Tol Pejagan-Pemalang di Kabupaten Tegal Jateng. Tempat tinggal itu punya bos warteg, belum ada perjanjian nilai ganti rugi, Selasa 18 April 2017.

Rumah Mewah Bos Warteg di Tengah Jalan Tol Dibongkar dan Diberi Ganti Rugi Segini

Ia keberatan atas nilai ganti rugi yang diserahkan tim appraisal pembebasan tempat. Karna mengajukan tuntutan terlambat dilayangkan, PN Slawi menampiknya. Serta lalu ajukan kasasi.

“Pak Sanawi telah terima ganti rugi sesuai sama nilai dari tim appraisal. Ketentuan MA telah incraht, hingga tempat tinggal mesti dibongkar,”kata PPKom Pembebasan Tempat Pejagan- Pemalang, Sularto.

Tempat tinggal Sanawi sekarang ini telah rata dengan tanah. Awalannya, Sanawi yang kesehariannya di Jakarta itu, memohon ganti rugi nyaris Rp 3 miliar. Sedang nilai dari tim appraisal sebesar Rp 1, 5 miliar.

Tempat tinggal elegan punya juragan warung Tegal (warteg) masih tetap berdiri kokoh di proyek jalan tol Pejagan- Pemalang Seksi III di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Sesaat, Pimpinan Proyek PT Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR), Mulya Setiawan, menyampaikan Sanawi pernah memohon penundaan pembongkaran sepanjang dua hari.

“Kami bertanya argumennya apa. Bila masalah kekurangan tenaga, pekerja kami dapat dikerahkan menolong untuk turut membongkar. Jika memang perlu alat berat juga dikerahkan,”tegasnya.

Menurut dia, argumen penundaan mesti pas. Bila tidak, pembangunan semakin molor. Walau sekian, pembangunan jalan tol fungsional di tempat tempat tinggal Sanawi telah rampung.

“Dari pertama, kami telah pikirkan bagaimana langkahnya supaya jalan tol tetaplah dapat fungsional tanpa ada menanti pembongkaran tempat tinggal itu,”katanya.

Jalan tol fungsional di titik itu telah di bangun dengan lebar tujuh mtr.. Cukup untuk dua ruas.

“Jalan beton lantai kerja telah di bangun di areal itu. Lebarnya cukup untuk kendaraan menyalip,”jelas Mulya.

Berdasar pada pantauan Tribun Jateng, tempat tinggal Sanawi menghambat beberapa tubuh jalan. Jalan tol yang semestinya memiliki lebar sekitaran 14 mtr., jadi tujuh mtr..

“Sesudah ini, kami kerjakan penumpukan serta pengerasan tanah di sisa tempat tempat tinggal itu. Agar tingginya sama juga dengan jalan tol yang telah di bangun di sampingnya itu,”paparnya